Viral, Cerita Hantu Laut Berjumpa Hantu Laut

oleh -

warga Pulau Nongsa, Kepulauan Riau, dikagetkan oleh “kapal hantu”. Kapal tanker berbendera Malaysia yang telah berkarat terdampar tanpa ada satu juga awak di dalamnya.

Kapal namanya MT Pisces itu lalu ditangkap petugas PLP (Pengamanan Laut serta Pantai) Tanjung Uban, karena tempatnya membahayakan pipa gas bawah laut serta jalan pelayaran. Waktu dilihat petugas PLP dengan KN Rantos P210, kondisi kapal seperti dibiarkan nakhoda serta anak buah kapal.

Terdamparnya kapal itu jadi misteri buat warga ditempat. Seperti misteri di terlepas pantai yang sama serta dirasakan empat prajurit komando (prako) KKO TNI AL (sekarang Marinir) saat berpatroli pada saat konfrontasi dengan Malaysia tahun 1960-an.

SANGAT MENARIK!  Lihat Kepribadian Dari Cara Makan Tahu Dan Cabai

Salah satunya yang merasakannya ialah Riyono, veteran KKO berpangkat paling akhir pembantu letnan satu (peltu). Riyono yang waktu itu berpangkat prako pergi bersama dengan rombongan Kompi RR Batalyon II ke tepian seputar Batam semenjak Desember 1963.

Tempat penting mereka di Ksatrian TNI AL Tanjung Uban. Sesaat pos-pos paling depan di sejumlah pulau yang lain, terhitung Pulau Nongsa, dimana Riyono serta beberapa partnernya diletakkan. Saat patroli, Riyono serta tiga temannya berpangkat prako sempat alami insiden misterius berjumpa “Hantu Laut”.

“Saya tidak ingat benar tanggal berapakah serta bulan berapakah waktu insiden itu. Yang tentu waktu kami berempat bergiliran patroli dengan perahu kayu yang dipasangkan mesin. Team kami ada saya, Wahadi, Muhani serta Suratno,” papar Riyono pada Historia.

loading...
SANGAT MENARIK!  Ini Dia Sahabat Nabi Muhammad SAW yang hingga Sekarang Masih Hidup

Riyono serta tiga partnernya bergiliran patroli tiap sore sampai malam. Saat telah ada di lautan terlepas perairan Nongsa, mendadak mereka dikagetkan dengan satu insiden mistis.

“Tiba-tiba ditengah-tengah laut itu, kita lihat seperti ada tembok. Keliatannya seperti tembok hitam. Tidak dapat kita tembus,” kenang Riyono.

Tidak perlu waktu lama untuk sama-sama diskusi, mereka putuskan untuk balik kanan. Insiden itu juga sempat juga ditanyakan Riyono pada warga ditempat.

“Kalau narasi orang situ, memang benar ada kisah-kisah hantu laut. Lha, kita KKO sendiri kan dikatakannya Hantu Laut. Dapat bertemu hantu laut yang demikian. Kata orang situ, untung kita tidak terlepas shooting mengarah tembok hitam itu. Jika ditembak, kemungkinan nasib kita beda,” kata pensiunan berumur 75 tahun itu.