TPNPB-OPM Sebut Ada Perang Selama Seminggu, Minta Masyarakat Indonesia Tinggalkan Papua Barat

oleh -
Pasukan TPNPB-OPM

PAPUA, StasiunBerita – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka
(TPNPB-OPM), mengeluarkan rilis perang selama seminggu, antara TNI/Polri
dan TPNPB-OPM.
Rilis itu dikeluarkan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. Dia
mengatakan, per 23 September 2019 hingga 5 Oktober 2019, terjadi perang
besar-besaran antara OPM dan TNI-Polri di Ilaga, Kabupaten Puncak,
Papua.
Menurutnya, berdasarkan laporan langsung dari Ilaga oleh Komandan
Wilayah Pertahanan Sinak dari TPNPB Murib ke Markas Pusat TPNPB-OPM,
melalui telepon pada 2 Oktober 2019 pukul 10:55pagi.
“Dan ini adalah laporan perang selama satu minggu, yang dimulai pada 23 September 2019-5 Oktober 2019.

Telah ditunjukkan kepada juru bicara TPNPB-OPM bahwa ia harus dan segera
mengumumkan kepada dunia internasional dan nasional, bahwa wilayah
Kabupaten Puncak Papua di Ilaga, sedang terjadi perang bersenjata, yaitu
antara pasukan TPNPB-OPM dan Pasukan Keamanan Indonesia,” ujar Sebby.
Menurutnya, laporan ini harus segera diserahkan kepada Komunitas
Internasional dan juga kepada masyarakat Indonesia secara nasional,
sehingga masalah ini menjadi perhatian semua pihak.
Terkait itu, TPNPB-OPM mengeluarkan lima poin pernyataan. Berikut
pernyataan TPNPB-OPM yang dilansir dari media sosial gerakan separatis
tersebut.
1. Perang antara pasukan TPNPB-OPM dan pasukan keamanan Indonesia di
Ilaga, Kabupaten Puncak Papua, berlanjut hari ini, dan kami berperang
melawan ribuan tentara Indonesia yaitu Kepolisian Republik Indonesia,
Detasemen 88 dan Komando Pasukan Khusus (KOPASUS) di kota Ilaga,
Kabupaten Puncak Papua;
2. Perlawanan yang telah dan sedang dilakukan oleh pasukan TPNPB-OPM
hanya bertujuan untuk merdeka dari Papua, oleh karena itu kami TPNPB-OPM
meminta masyarakat Indonesia untuk mengangkat kaki dari Wilayah Papua
Barat, dari Sorong ke Samari, karena ini adalah tanah kami;
3. Beberapa anggota TNI / POLRI telah menembak dan apa yang terjadi
di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua, kami siap bertanggung jawab;
4. Bupati Kabupaten Puncak Papua, Wilem Wandik yang merupakan
Panglima TNI / POLRI di Ilaga kemudian mendeklarasikan perang dengan
pasukan TPNPB-OPM di Ilaga, oleh karena itu TPNPB-OPM memberikan
peringatan tegas kepada Bupati dari Kabupaten Puncak Papua Mr. Wilem
Wandik;
5. Perang tidak akan berakhir, kami akan terus berperang melawan
Pendudukan Militer Kolonial Indonesia di Papua sampai PAPUA INDEPENDENSI
penuh, dan kami tidak berjuang untuk makanan atau minum atau meminta
uang dari Indonesia, tetapi kami berjuang untuk mandiri Papua.
[rk/*]

SANGAT MENARIK!  Pengamat: Penusukan Terhadap Wiranto Bukan Dilakukan Kelompok Teroris, Namun Cuma Orang yang Tersakiti