Temuan Harta Karun Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Karhutlah Mengungkapkan?

oleh -

OKI-SUMSEL, StasiunBerita – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengungkap
sebuah fakta mengejutkan.

Sebab, ada sebuah harta karun yang diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya tersimpan di area lahan yang terbakar.

Banyak masyarakat mendapati benda-benda berharga. Salah satu Denny (29),
warga OKI yang menjadi pemburu harta karun. Ia mengaku pencarian harta
karun itu sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu, dan terus berlangsung
hingga kini.

Untuk sekarang, salah satu lokasi yang banyak didatangi warga OKI ialah
lahan gambut konsesi milik perusahaan PT Bumi Mekar Hijau di wilayah
Pesisir Timur OKI, yang pada 2015 pernah terbakar.

“Ini sebenarnya bukan hal baru. Awalnya itu saat memasuki musim kemarau
panjang di 2015. Di saat area lahan gambut kering dan terbakar, kami
mendapati ada barang-barang berharga peninggalan zaman dulu, seperti
emas dan cincin,” kata Denny, seperti dikutip dari VIVAnews, Minggu (6/10/2019).

Dia menceritakan, mulanya warga mendapati harta karun kala membantu
Satuan Tugas kebakaran hutan dan lahan memadamkan api di lahan yang
terbakar. Ketika itu ada warga yang bercerita menemukan emas dan benda
berharga.

Warga yang penasaran kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi
tempat ditemukannya harta karun, termasuk juga Denny. Pencarian warga
pun tidak sia-sia, dan mendapati benda berharga serupa.

“Biasanya kan area tempat ditemukannya emas itu terendam air, tapi saat
kemarau panjang, airnya tidak ada dan terjadi kebakaran. Waktu itu kita
bantu padamkan api, namun ternyata ada warga temukan emas dan
barang-barang berharga. Kami jadinya ikut mencari, dan alhamdulillah
dapat,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari hasil pencariannya, didapati cincin emas sekitar
lima gram dengan batu delima berada di tengah cincin. “Harganya berkisar
Rp3 juta, tapi ada yang nawar Rp35 juta. Tidak kami jual, masih
disimpan,” kata Denny.

Bahkan ada warga lain yang mendapatkan emas juga dan dijual seharga Rp60
juta. Sejak saat itu hingga sekarang masih banyak warga yang cari harta
karun di lokasi tersebut. Namun khusus pada musim kemarau saja, saat
lahan gambut mengering.

“Kami semua yang mencari harta karun ini sepakat, boleh mencari asal
tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran lahan. Karena
dampaknya nanti parah,” ujarnya.

Berita Terkait: Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan di Lokasi Karhutla Tahun 2019

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten OKI, Adiyanto mengatakan,
fenomena pencarian harta karun di wilayah OKI memang bukan hal baru.

“Sudah beberapa tahun belakangan ini. Mereka mencari saat musim kemarau.
Bahkan warga membuat tenda-tenda di sekitar lokasi pencarian,” ucapnya.

Karena tidak ada payung hukum terkait penemuan benda berharga itu,
Pemkab OKI pun tidak bisa berbuat banyak. Pemkab tidak bisa melarang,
dan hanya dapat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melapor bila
ada temuan.  [*]
SANGAT MENARIK!  Heboh! Anak Sapi Limosin di Bantul Ini Punya 2 Mulut dan 3 Kelopak Mata