Sri Mulyani: Siswa SD Tahunya Nadiem Makarim Sebagai Pemilik Gojek Bukan Mendikbud

oleh -

JAKARTA, StasiunBerita – Senin pagi yang ceria (4/11/2019), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyapa
murid-murid SDN Kenari 01, di Jalan Kramat IV Nomor 25, Senen, Jakarta
Pusat.
Sri Mulyani masuk ke kelas VI. Di sana, para murid gembira menyambutnya.
Kunjungan kerja kali ini sangat menarik. Siswa-siswi tampak sangat
antusias belajar bersama Sri Mulyani.

Senin pagi tadi adalah kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang
merupakan bagian dari program Kemenkeu Mengajar. Program ini telah
diadakan selama empat tahun terakhir.

Kemenkeu Mengajar adalah kegiatan mengajar selama satu hari di Sekolah Dasar (SD) secara sukarela dari para pegawai Kemenkeu.
Para relawan mengajarkan peran Kemenkeu dalam menjaga ekonomi dan
memperkenalkan profesi yang ada di Kemenkeu. Kegiatan ini juga bertujuan
untuk memperkenalkan profesi yang ada di Kemenkeu dengan metode
pedagogik sekaligus menularkan nilai-nilai dan semangat Kemenkeu.
Sri Mulyani melakukan tanya jawab dengan para murid kelas VI tentang
bentuk negara, tujuan negara, siapa Presiden dan Wapres, juga siapa
menteri-menterinya.

SANGAT MENARIK!  Narasi 'Klenik' Kediri Wujud Istana Meyakini Jokowi Akan Turun Di Tengah Jalan

Semua menjawab dengan antutias. Tapi ternyata siswa tidak tau siapa nama
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru. Saat Sri
Mulyani bertanya siapa pemilik Gojek, semua tunjuk tangan dan menjawab,
“Nadiem Makarim”.

Sri Mulyani  juga mengajak siswa bermain peran (role play). Siswa diajak
berperan sebagai Menteri Keuangan yang  membagi Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) kepada berbagai pos kementerian.

Ada juga yang berperan sebagai Menteri Pendidikan, Dirjen Pajak, dan Kapolri. Suasana menjadi riuh dan menggembirakan.
Panitia tidak memungut biaya apapun pada sekolah dan pegawai yang
mengikuti Kemenkeu Mengajar ini. Pegawai juga tidak akan mendapatkan
pembayaran, baik honor maupun Surat Perjalanan Dinas (SPD). Biaya yang
ditimbulkan atas penyelenggaraan kegiatan ini tidak dibebankan pada APBN
alias non-APBN. (rmol)
SANGAT MENARIK!  Inilah 6 Kampus Paling Berhantu Di Indonesia, "Itukah Kampus mu broW?

loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.