Setelah Heboh ‘Desa Siluman’, Terkuak Dana Desa Dipakai Bayar Utang

oleh -258 views
Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, memimpin apel gabungan berbagai instansi
pada Minggu (10/11/2019). Foto: Dok. Dok. Humas Pemkab Puncak Jaya

PUNCAK JAYA-PAPUA, StasiunBerita –   Belum usai pengungkapan kasus penyaluran dana desa ke desa siluman  atau desa-desa tak berpenduduk, terungkap fakta baru penggunaan dana desa untuk membayar utang. Hal itu terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda mengungkapkan sinyalemen itu, seusai ibadah gabungan pada Minggu (10/11/2019). Dikutip dari keterangan resmi Humas Pemkab Puncak Jaya, Bupati menyampaikan teguran keras kepada kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu kepala distrik dan kepala kampung yang tidak becus mengelola dana kampung. 
“Ada indikasi permainan dan praktik pinjam-meminjam uang dengan bunga yang sangat tidak masuk akal, yang tercium oleh Bupati. Kepala Kampung secara sengaja meminjam uang dan barang ke pihak tertentu dan bahkan ke kios atau toko. Jadi saat dana (desa) cair diharuskan membayar bunga yang tinggi,” kata Yuni Wonda. 
Menurutnya, setelah dana desa cair dari Bank Papua, uang yang turun tidak langsung disalurkan ke kampung untuk pembangunan. Tapi untuk untuk membayar berbagai utang.  
Dia sangat menyesalkan kasus ini, apalagi alokasi dana desa yang disalurkan negara untuk kampung-kampung termasuk di Puncak Jaya, sangat besar. Dia menyatakan, tahapan perencanaan danmekanisme penyaluran dana desa sudah betul, namun ada celah yang dimanfaatkan oleh oknum. “Bercermin dari kasus tersebut, Bupati akan meminta pemerintah pusat menyalurkan dana desa ke Puncak Jaya berupa barang, bukan uang. 
“Ini masih kita selidiki dan ke depan akan saya evaluasi. Kami akan berkonsultasi ke Mendagri dan Kementerian Desa dan PDT, agar nantinya jangan salurkan uang tetapi barang,” ujarnya. 
Dia menilai, jika dana yang diterima sudah dalam bentuk barang yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, maka akan mencegah penyalahgunaan untuk kepentingan pribadi, seperti di dana desa siluman.”Tandasnya
Selain itu, sebagai informasi  juga,  bahwa sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap ada desa fiktif alias ‘desa siluman’ yang aktif menerima program Dana Desa. Maksudnya ‘desa siluman’ tersebut adalah desa yang tidak berpenghuni tetapi mendapatkan kucuran Dana Desa dari pemerintah. 
Temuan ini pun akan segera diinvestigasi secepatnya oleh Sri Mulyani. Jangan sampai, Dana Desa yang tujuannya untuk membangun ekonomi desa justru masuk ke kantong-kantong pribadi yang tak bertanggung jawab.  
“Kami mendengarnya sesudah pembentukan kabinet dan nanti akan kami investigasi,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/11/2019). 
Apa yang diungkapkan Sri Mulyani tentang ‘desa siluman’ memang benar. Salah satunya ditemukan di Konawe, Sulawesi Tenggara. Di tempat ini, Polda Sulawesi Tenggara tengah menangani kasus dugaan 56 desa fiktif alias ‘desa siluman’ di Kabupaten Konawe.
Untuk penanganan kasus ini, Polda Sulawesi Tenggara sudah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri. [sourcekumparan] 

No More Posts Available.

No more pages to load.