Sesepuh Desa Angkat Bicara Terkait Penampakan Ikan Mas Misterius Itu…

oleh -471 views
Penampakan ikan mas yang disebut misterius di Sungai Cisadap tepatnya di
Dusun Kedung, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis.
Foto: Fahmi/HR

Sesepuh di
Sukadana Ciamis Bilang; Kalau Ikan Misterius di Sungai Cisadap Ditangkap Bisa
Celaka

CIAMIS-JABAR, StasiunBerita – Dibalik keanehan ikan mas berukuran besar atau yang kini bikin heboh
di masyarakat dengan sebutan ikan misterius di Sungai Cisadap atau
tepatnya di Dusun Kedung, Desa Sukadana, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ternyata terdapat cerita mitos berbau mistis yang sudah diyakini oleh warga sekitar.
Meski
ikan mas berukuran besar itu sering muncul kepermukaan saat di musim
kemarau, namun tidak ada warga sekitar yang berani menangkap. Hal itu
tentu saja berkaitan dengan mitos dan panterangan yang tidak membolehkan
ikan tersebut ditangkap. Kalau ada yang nekad berani menangkap, maka
malapetaka akan menghampiri orang tersebut.
Salah
seorang sesepuh di Dusun Kedung, Desa Sukadana, Etom Sartam (83), mengatakan, ikan
mas berukuran besar yang hidup di Sungai Cisadap itu memang bukan ikan biasa.
Ikan itu konon semacam siluman yang sudah hidup di sungai tersebut sejak puluhan
tahun yang lalu.
Menurut
Etom, ikan mas itu ditanam oleh sepasang suami istri yang sering disapa orang dengan
sebutan Ki Greyot dan Nyi Greyot. Peristiwa itu, kata dia, terjadi pada sekitar
70 tahun yang lalu atau ketika dirinya masih anak-anak.
“Kala itu
Ki Greyot dan Nyi Greyot membangun sebuah bendungan di sungai Cisadap.
Bendungan itu memang sederhana atau hanya dibendung oleh tumpukan kayu
dari pohon kelapa. Bendungan dibuat untuk mengairi areal pesawahan warga
di sekitar kampung sini,” katanya, saat ditemui HR Online, di rumahnya,
Senin (04/11/2019).
Ketika
upaya sepasang suami istri itu berhasil membendung sungai, lanjut Etom,
kemudian ditanam dua ekor ikan mas. Penanaman ikan itu sebagai penanda sudah terbangunnya
sebuah bendungan. Kala itu Ki Greyot dan Nyi Greyot berpesan kepada warga, agar
jangan ada orang yang menangkap dua ikan tersebut.
“Ada
ucapan juga dari keduanya bahwa barang siapa yang menangkap ikan tersebut maka dia
akan celaka. Dari ucapan itu kemudian menjadi mitos yang diwariskan secara
turun temurun. Sampai sekarang warga di sini masih memegang teguh mitos
tersebut,” katanya.
Etom
mengatakan bahwa cerita itu memang benar adanya atau bukan sebuah cerita fiksi.
Karena ketika Ki Greyot dan Nyi Greyot masih hidup atau saat membuat bendungan,
dirinya sudah menginjak usia anak-anak. “Jadi saya ingat betul peristiwa itu
dan mengalaminya,” ujarnya.
Etom
menceritakan pernah ada warga yang nekad melanggar petuah yang sudah menjadi
mitos tersebut. Kala itu ada orang yang mencoba menjala. Meski sudah diingatkan,
namun orang itu tetap ngotot dan datang ke Sungai Cisadap dengan membawa jala.
“Tapi
belum juga menjala, orang itu sudah keburu celaka. Entah karena apa orang itu celakanya.
Hanya warga di sini waktu itu heboh dengan kejadian tersebut,” ujarnya.
Selain
itu, tambah Etom, ada juga orang yang berniat menangkap ikan misterius
di Sungai Cisadap dengan tujuan untuk diternakan. Orang itu memang
berhasil menangkapnya. Namun, dalam waktu beberapa hari dia jatuh sakit
dan akhirnya meninggal dunia.
“Waktu
itu heboh juga. Akhirnya ikan mas itu kembali dilepas. Karena warga takut akan terjadi
hal yang aneh-aneh apabila tidak dilepas lagi ke sungai,” terangnya.
Etom
juga membenarkan meski Sungai Cisadap debit airnya meluap, namun tidak membuat
ikan misterius itu hilang keberadaannya. Ikan itu akan kembali tampak ke
permukaan apabila debit air sungai tengah menyusut akibat kemarau.
“Ikan
mas yang puluhan tahun lalu ditanam 2 ekor, tapi hanya berkembang biak menjadi
7 ekor saja. Saya juga tidak mengerti. Memang itu di luar nalar manusia. Seharusnya
kan menjadi banyak. Apalagi tidak ada orang yang berani menangkap,’ katanya.
Yang
aneh lagi, lanjut Etom, dari 7 ekor ikan yang ada saat ini, warnanya
berbeda-beda. 3 ikan diketahui berwarna hijau dan empat lagi berwarna kuning
campur warna orange.
Setelah
banyak orang dari berbagai daerah berdatangan untuk melihat ikan misterius di
Sungai Cisadap, Etom berpesan agar jangan ada yang mencoba menangkapnya. “Kalau
untuk dilihat saja tidak apa-apa. Tidak ada panterangannya. Asal jangan coba-coba
ditangkap saja,” katanya.
Etom
mengaku ketika mendengar banyak orang berdatangan ke Sungai Cisadap, awalnya
dia khawatir. Karena ditakutkan ada orang yang nekad menangkap ikan tersebut.
“Tapi
katanya sudah dipasang plang larangan memancing atau menjala ikan di
tempat tersebut. Tentunya plang larangan itu bagus. Bukan sekedar mitos
saja, tetapi juga untuk menjaga kelestarian alam,” pungkasnya. (Fahmi2/R2/HR-Online)

No More Posts Available.

No more pages to load.