Sepasang Anggota Polri Terlibat Penculikan WNA dan Minta Tebusan 1 Juta Dolar!

JAKARTA, StasiunBerita – Tim Polda Metro Jaya mengungkap kasus
penculikan dan penyekapan terhadap warga negara asing bernama Matthew
Simon Craib. Korban disekap oleh sejumlah orang dan melibatkan polisi
untuk mendapat tebusan uang.

Kadiv Propram Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo membenarkan adanya
tindakan ini. “Ditangani Resmob Polda Metro (kasus pidana), untuk
pelanggaran disiplin dan kode etik ditangani Propam Metro Jaya setelah
proses penanganan pidana selesai,” kata Sigit ketika dikonfirmasi,
Minggu (3/11/2019).

Aksi penyekapan ini terjadi pada 30 Oktober lalu. Polisi bisa mengungkap
kasus ini setelah istri korban yakni Vitri Lugvianty melapor ke Polda
Metro Jaya.

Ketika itu, dari keterangan pelapor, korban berencana bertemu rekan
kerjanya untuk membahas pekerjaan. Namun, hingga tengah malam, korban
tak kunjung pulang.

Dari kasus ini, kepolisian menangkap sejumlah pelaku yakni G selaku rekan kerja korban. Kemudian NA yang merupakan pacar G.

Selanjutnya ada saudara dari NA yakni Bripda JBB yang merupakan polwan
dan bertugas di Bareskrim Polri. Dalam menjalankan aksinya, Bripda JBB
meminta bantuan kekasihnya yakni Bripda NPU yang merupakan anggota
Polres Metro Jakarta Timur.

Selain itu, ada juga Briptu HB dan Bripda SBS yang turut terlibat dalam aksi penculikan dan penyekapan.

Kronologi penyekapan ini sendiri terjadi ketika korban yang telah
dibuntuti di jalan pulang dan dibawa pelaku ke Polda Metro Jaya untuk
alasan pemeriksaan sebuah kasus. Kemudian, saat di Polda Metro, korban
dipindahkan oleh pelaku ke sebuah hotel di Jakarta dan diperiksa di
sana.

Di hotel itu, korban meminta untuk ditemukan dengan atasannya bekerja.
Namun pelaku menolak dan meminta uang tebusan USD 1 juta sebagai biaya
melepaskan korban.

Korban pun mengaku hanya bisa memberikan uang sebesar USD 400 ribu.
Setelah menjalani proses negosiasi, korban pun menyanggupi untuk memberi
uang sebesar USD 900 ribu.

Selanjutnya, para pelaku dan korban bergeser ke daerah Kemayoran Jakarta Pusat untuk menukarkan mata uang USD menjadi rupiah

Tak berapa lama, para pelaku kemudian ditangkap di Masjid Akbar,
Kemayoran, Jakarta Pusat. Kini semua pelaku dibawa ke Polda Metro Jaya
untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Irjen Listyo Sigit menambahkan, dalam penanganan kasus ini, Divpropam
Mabes Polri juga terlibat. “Pidana dulu baru internal,” tambah Sigit.

Sementara itu, atas ulahnya, para pelaku ditahan dan dikenakan Pasal 328
KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 368 KUHP tentang tindak
pidana penculikan dan atau merampas kemerdekaan seseorang dan atau
pemerasan. [jpnn]

    No More Posts Available.

    No more pages to load.