Reporter Net TV yang Videonya Diviralkan untuk Sudutkan Novel Baswedan Angkat Bicara!

oleh -134 Dilihat
oleh

JAKARTA, StasiunBerita – Potongan video pemberitaan NET
TV saat penyidik KPK Novel Baswedan dirawat di Singapura pada 2017
viral. Reporter NET TV yang saat itu meliput ke Singapura, Delviana
Azari, buka suara tentang kondisi Novel yang dilihatnya saat itu.

Potongan video tersebut ramai dibahas dan diunggah ulang di Twitter
dengan narasi yang menyebut tak terlihat luka di mata dan pipi Novel.
Padahal saat itu Novel baru disiram air keras.

Delviana, yang saat itu langsung ke Singapura untuk membuat pemberitaan
tentang kondisi dan proses perawatan Novel, memberi penjelasan.
Menurutnya, kondisi mata Novel saat itu sudah tidak seperti orang
normal.

“Di akun yang sempat viral itu kan mempertanyakan kondisi matanya yang
katanya it looks too fine. Kalau gue boleh menceritakan apa yang gue
lihat saat itu, kondisi mata dari Novel Baswedan itu. Kan waktu sebelum
berangkat beliau kan sempat diperban, nah waktu itu udah nggak diperban.
Udah dilepas, tapi di sekitar jidat di sekeliling mata kayak ada
oranye-oranye kayak Betadine gitu. Yang paling miris adalah kondisi bola
mata kalau menurut akun itu it looks so fine, gue lihat miris bola mata
yang gue lihat, yang gue rekam, mata kita beradu pandang, fokus gue ke
bola matanya, bola matanya saat itu warnanya kayak kelereng kehijauan
dan sama sekali tidak terlihat normal, itu menurut gue yang gue lihat,”
ujar Delviana, Kamis (7/11/2019).

Hal itu disampaikan Delviana melalui video yang dia unggah di akun
YouTube pribadinya. detikcom telah mengontak Delviana dan diperbolehkan
untuk menggunakan penjelasannya di video itu, untuk kepentingan
pemberitaan.

Delviana mengatakan video itu diambil sekitar 19 April 2017 di Singapore
General Hospital. Saat itu, dia merekam Novel yang sedang dibawa menuju
ambulans untuk pemeriksaan lanjutan dengan kamera ponselnya.

Dia juga menjelaskan tentang kondisi kulit di sekitar mata Novel yang
disebut baik-baik saja. Delviana menyebut saat itu dia sempat menanyakan
hal itu ke Novel.

“Nah beliau sempat bilang perawatan di rumah sakit di Singapura sangat
baik, recommended, sehingga luka di kulitnya cepat pulih,” ucapnya.
Delviana pun mempertanyakan mengapa video itu baru dibahas setelah dua
tahun lebih. Dia heran mengapa ada orang yang berpikir kalau peristiwa
penyiraman air keras terhadap Novel itu setting-an atau rekayasa.

“Kalau memang ini ini rekayasa, masa iya sih rumah sakit di luar negeri
mau diajak kongkalikong, ini yang dipertaruhkan martabat bangsa. Kedua
adalah penjagaan. Kita pikir pakai logika, dia dijaga, dikawal, tapi
saat gue ngerekam kalau itu memang setting-an pasti mereka nggak akan
izinin gue ambil gambar kondisi saat itu logikanya dong,” ucapnya. [detik]

    No More Posts Available.

    No more pages to load.