Presiden Jokowi Mau Penghasilan Orang RI Rp 27 Juta/Bulan, Ini Syaratnya

oleh -
Ilustrasi

JAKARTA, StasiunBerita – Dalam pidato usai pelantikan kemarin Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ia memiliki rencana Indonesia bisa keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap pada 2045.

Dia
menyebutkan saat itu, Indonesia akan menjadi negara maju yang
pendapatan masyarakatnya Rp 324 juta per tahun atau Rp 27 juta per
bulan. Jokowi juga menjelaskan, produk domestik bruto (PDB) harus bisa
mencapai US$ 7 triliun dan menjadi negara yang ekonominya masuk urutan 5
besar dengan angka kemiskinan 0%.

“Kita harus menuju kesana.
Kita sudah kalkulasi target tersebut sangat masuk akal dan sangat
memungkinkan untuk dicapai. Tapi semua tidak datang otomatis dengan
mudah, tapi harus disertai kerja keras. Dan kita harus kerja cepat.
Harus diserta kerja produktif bangsa kita,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut peneliti dari Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR)
Gede Sandra memandang rencana Jokowi untuk mencapai pendapatan
perkapita Rp 324 juta/tahun di 2045 bisa terealisasi. Namun ada beberapa
syarat yang harus dipenuhi.
“Tetapi dengan syarat mutlak, Presiden tidak bisa lagi menggunakan Tim
Ekonomi Kabinet periode lalu yang telah terbukti hanya sanggup
memberikan pertumbuhan ekonomi 5%,” tutur Gede dalam keterangan
tertulis, Senin (21/10/2019).
Gede bahkan sudah mensimulasikan mimpi tersebut. Misalnya dengan asumsi
pertumbuhan penduduk sebesar 1,1% per tahun, maka untuk dapat mencapai
pendapatan perkapita Rp 324 juta per tahun maka pertumbuhan ekonomi
harus di kisaran 7,5-8% setiap tahunnya sejak 2019 hingga 2045 atau
selama 26 tahun.

SANGAT MENARIK!  KUMPULAN Lagu Mp3 Nisya Sabyan Terbaru DOWNLOAD Full Album LENGKAP 2020

“Karena bila pertumbuhan ekonomi kita lagi-lagi
hanya stabil di 5%, maka di tahun 2045 pendapatan perkapita kita hanya
Rp 156 juta/tahun. Hanya separuh dari mimpi Pak Jokowi,” kata Gede.

Demi
mewujudkan cita-cita sesuai pidatonya tadi, Gede menyarankan Presiden
Jokowi agar benar memilih ekonom yang sanggup dan berpengalaman untuk
naikkan pertumbuhan ekonomi hingga 7,5%-8%. Jangan ada lagi tempat di
Kabinet bagi ekonom yang sudah berpuas diri hanya dengan pertumbuhan 5%. 
(detik/kil/ara)


loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.