Politik untuk Melebarkan Kekuasaan Dua Bini Wagub Blitar?

oleh -254 views
BLITAR-JATIM, StasiunBerita – Dua istri Wabup
Blitar, Marhaenis Urip Widodo, dilantik sebagai kepala desa di Kecamatan Talun
secara bersamaan, Senin (16/12/2019). Mereka berhasil unggul melawan kandidat
lainnya berkat program unggulan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Meski memiliki
program unggulan, namun bukti dinasti politik Wabup Blitar masih kuat. Dua
istri yang dilantik yakni Halla Unariyanti (48) istri pertama wabup, terpilih
kembali menjadi Kepala Desa Bendosewu. Sedangkan istri kedua, Fendriana
Anitasari (33), terpilih menjadi kepala desa di Desa Wonorejo.
Pelantikan ini
penanda keduanya melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua. Dihubungi
detikcom, Fendriana mengatakan berhasil meraup 2.275 suara dari 3.539 daftar
pemilih tetap, dengan jumlah kehadiran 2.789 warga.
“Saya akan
melanjutkan visi misi yang belum terealisasi pada periode sebelumnya. Ada empat
pengembangan ekonomi rakyat, yakni mengembangkan simpan pinjam syariah di
BumDes, mengangkat produk unggulan genteng dan ukm serta membuat desa
wisata,” jawab Fendriana di ujung telepon.
Fendriana mengatakan
dirinya dan Halla selalu berkoordinasi untuk memajukan desa mereka
masing-masing. Secara lokasi, Desa Wonorejo berada di sebelah utara rumah
pribadi wabup, yang berada di Desa Bendosewu.
Ada empat program
pengembangan ekonomi rakyat dari dua istri Wabup Blitar. Yakni mengembangkan
simpan pinjam syariah di BumDes, mengangkat produk unggulan genting dan UKM
serta membuat desa wisata. Kedua desa itu merupakan sentra produsen genting di
Kabupaten Blitar.
Peneliti departemen
politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya
Fernandes, dua istri Marhaenis yang bisa menjadi kades itu merupakan bukti
dinasti politik masih kuat. Dinasti politik menurutnya merambah hingga level
yang lebih kecil.
“Itu
menunjukkan dinasti politik itu sudah menyebar ke daerah dan di sejumlah daerah
dinasti politik itu menguat pada level yang lebih kecil, misal kades. Kalau
sebelumnya masih banyak bupati kemudian anaknya anggota dewan kemudian gubernur
anaknya bupati, yang di blitar itu menunjukkan pada level yang lebih kecil
sekalipun itu dinasti politik terjadi gitu,” kata Arya saat dihubungi.
Wabup Blitar
didampingi dua istrinya/ Foto: Istimewa
Selain itu, Arya
menyebut dengan memiliki dua istri yang juga pejabat publik terbuka kemungkinan
Urip Widodo akan melakukan penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power. Wabup
Blitar Urip Widodo dinilai bisa saja akan membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan
daerah di mana dua istrinya memimpin.
Sementara Kemendagri
buka suara soal dua istri Wabup Blitar, Marhaenis Urip Widodo. “Hukum
negara tak mengatur itu istri pejabat negara,” kata Kapuspen Kemendagri
Bahtiar.
Namun Bahtiar enggan
mengomentari lebih jauh soal dua istri Marhaenis. Dia menilai hal tersebut
masuk ranah privat. [*]

No More Posts Available.

No more pages to load.