Pakar Komunikasi: Pemerintah Hanya Beri Angin Sorga, Rakyat Kecewa!

oleh -
Jokowi, Corona, Covid-19,
JAKARTA,  Stasiun Berita – Pandemik Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang memicu pro dan kontra di masyarakat. Hal tersebut disikapi oleh pakar komunikasi Dr Abdul Rasyid MA yang melihat berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini hanya mengecewakan rakyat.

“Betapa kecewanya rakyat terhadap berbagai kebijakan pemerintah di tengah bergejolaknya virus corona. Menyangkut pembebasan pembayaran listrik berkapasitas 450 W dan pemotongan 50 persen yang berkapasitas 900 W, jika pada kenyataannya hal itu tidak berjalan sebagaimana manisnya pernyataan Presiden Jokowi,” katanya, Minggu (5/4).

Dijelaskannya, hal ini termasuk juga masalah keringanan pembayaran perkreditan untuk kalangan ojek online yang faktanya mereka tak menemukan harapan yang dijanjikan itu.

SANGAT MENARIK!  Download Kumpulan Mp3 Terpopuler Maudy Ayunda TERBARU Full Album Terlengkap

Staf Humas Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) ini melihat belakangan muncul lagi adanya kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yosona Laoly yang membebaskan 30 ribu napi di tanah air, bahkan diduga termasuk napi koruptor, karena terkait kapasitas yang berlebih dan upaya mengatasi penyebaran virus corona.

“Bahkan ketika isu dimunculkan, banyak respons masyarakat yang tidak setuju napi koruptor dibebaskan. Tapi Yasonna tetap bersikeras, bahkan sampai menuding mereka yang tak setuju dengan kebijakan itu tidak mengamalkan sila kedua dari Pancasila,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rasyid menjelaskan, beda dengan Menkopolhukam, Mahfud MD yang secara tegas menyatakan hingga saat ini tidak ada kebijakan pemerintah untuk memberi pembebasan bagi napi koruptor, gembong narkoba dan teroris, terkait pandemik virus corona sebagaimana imbauan Perserikatan Bangsa Bangsa. Bahkan Mahfud sedikit meluruskan bahwa ada aspirasi msyarakat ke Yasonna soal pembebasan napi koruptor.

SANGAT MENARIK!  Mengenal Bagian Otak dan Fungsinya Bagi Tubuh Kita

“Sepertinya memang sedang terjadi ketimpangan-ketimpangan informasi yang disampaikan pejabat negara ke masyarakat baik melalui media massa maupun media sosial. Hingga membuat masyarakat bingung dan kecewa, apalagi sebelumnya sudah mendengar angin sorga, tetapi faktanya jauh panggang dari api,” pungkasnya. [rmol]

loading...

No More Posts Available.

No more pages to load.