OC Kaligis Gugat Buka Lagi Kasus Novel Baswedan, Haris Azhar: Koruptor yang Gak Ada Kerjaan di Sel

oleh -269 views

JAKARTA, StasiunBerita – Aktivis Hak Asasi Manusia
(HAM), Haris Azhar menanggapi upaya terpidana kasus suap OC Kaligis yang
menggugat Jaksa Agung RI dan Kejaksaan Negeri Bengkulu secara perdata
ke Pengadilan Jakarta Selatan.

Upaya gugatan itu ditujukan agar pihak kejaksaan melanjutkan perkara
lawas penyidik KPK Novel Baswedan, yakni penganiayaan pencuri sarang
burung walet ke tahap penuntutan.

Menanggapi hal itu, Haris Azhar menyebutkan gugatan OC Kaligis itu
merupakan salah satu upaya dari para koruptor untuk menyerang balik
Novel Baswedan.

“Saya enggak usah panjang-panjang soal itu, itu kan namanya koruptor
fight back. Jadi orang-orang seperti koruptor itu ya yang namanya enggak
ada kerjaan dalam sel ya kan,” kata Haris usai acara dedikasi untuk
negeri di Gedung Dinas Pendidikan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan,
Sabtu (9/11/2019).

Menurut Haris, OC Kaligis hanya ingin mencuri perhatian publik, untuk
mengaburkan kasus yang sebetulnya kini menimpa Novel yang hingga kini
masih belum dapat diungkap Polri.

Menurut Haris bahwa, apa yang dilakukan OC Kaligis dengan membuat gugatan ke Pengadilan hanya menghabiskan uang rakyat.

“Gugatan dia (OC Kaligis) ke pengadilan itu kan pakai duit rakyat ya
pake duit negara. Jadi ini persidangannya sendiri dia masih minjem duit
rakyat untuk gugat Novel gitu jadi malah ngurangin budget negara untuk
hal-hal yang tidak penting,” tutup Haris

Diketahui, Pengacara OC Kaligis melakukan gugatan perdata ke Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan. Adapun pihak tergugat adalah Jaksa Agung RI dan
Kejaksaan Negeri Bengkulu.

Dalam isi petitum gugatan OC Kaligis disebutkan bahwa para tergugat
telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melaksanakan isi
putusan praperadilan Pengadilan Negeri Bengkulu No. 2
Pid.Pra/2016/PN.Bgl, tertanggal 31 Maret 2016.

Kemudian, memerintahkan para tergugat untuk melanjutkan penuntutan
perkara atas nama Novel Baswedan bin Salim Baswedan untuk segera
disidangkan di Pengadilan Negeri Bengkulu. [suara.com]

No More Posts Available.

No more pages to load.