nah! Mulai Januari 2020, Minyak Goreng Curah Dilarang Beredar Di Pasaran

oleh -415 views

JAKARTA, StasiunBerita – Mulai 1 Januari 2020, pemerintah melarang minyak goreng curah.
Alasannya demi menjamin kesehatan masyarakat dari produk minyak goreng
yang tak memenuhi standarisasi.
“Kami melarang beredarnya minyak goreng yang tidak memiliki jaminan
kesehatan,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita,
Minggu (6/10/2019).
Sebelumnya, pemerintah melarang minyak goreng curah tanpa kemasan.
Agar bisa diperdagangkan, minyak goreng curah lalu dikemas. Namun dalam
perkembangannya, produk minyak goreng yang sudah dikemas juga belum
memberi jaminan kesehatan.
“Meski minyak goreng curah dikemas, namun tidak memberi jaminan kesehatan sama sekali,” ungkapnya.
Bisa saja bahan minyak goreng adalah campuran dari bahan minyak yang
berbahaya, seperti minyak goreng bekas. Hanya diolah diputar beberapa
kali saja sudah bisa dijual. Padahal sangat berbahaya bagi kesehatan
masyarakat.
Tak hanya itu, Enggar membeberkan harga minyak curah terkadang dijual
lebih mahal dari minyak kemasan. Karena itu seluruh penjualan minyak
goreng wajib dalam bentuk kemasan dan diproses sesuai standarisasi.
Karenanya, ia meminta seluruh produsen atau pabrik agar tidak lagi
memasok minyak goreng dalam bentuk curah. Sehingga masyarakat
mengkonsumsi minyak goreng kemasan yang memberi jaminan kesehatan.
“Kalau pabrik-pabrik ini tidak mensuplai lagi, semua tahu minyak
goreng yang dijual dalam curah itu adalah minyak yang tidak sehat,
minyak bekas, minyak yang tidak ada jaminan halalnya,” kata Enggar.
Tunjuk Pindad
Karenanya ke depan, minyak goreng kemasan akan dipasarkan secara
massif. Mendag mengaku pemerintah menunjuk PT Pindad agar nantinya
minyak goreng kemasan bisa diperjualbelikan dalam bentuk eceran.
“Ada alasan Pindad yang dibuat, minyak gorengnya itu di dalam satu tempat. Lalu dengan literannya semua,” jelas menteri.
Masyarakat bisa membawa masing-masing botol dari rumah. Kemudian
botol tersebut akan diisi dengan minyak goreng kemasan yang dijamin
lebih higienis.
Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan mutu dan keamanan
pangan, salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke
minyak goreng kemasan.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI),
Sahat Sinaga menegaskan, larangan penjualan minyak goreng curah ini
sudah sejak 2014.
Namun kala itu, pabrik belum siap. Karena itu, mereka minta diundur
larangan menjual minyak goreng curah, sehingga diputuskan berlaku mulai
2020. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.