Merinding, Kisah Horor Penghuni Kamar 101

oleh -

Walau beberapa orang takut tentang hantu, tetapi narasi horor tetap jadi tema yang paling asik untuk dibicarakan dengan rekan-rekan kita. Sebab bukan hanya tuangkan kondisi yang mencekam serta menyeramkan hingga membuat merinding, kadang narasi horor yang menyeramkan justru tinggalkan rasa geli serta lucu saat kita meceritakan kembali cerita itu.

Narasi Horor Kamar 101
Di gedung kantor ada penginapan dimana umumnya kamar-kamar dipenginapan itu disewakan untuk faksi umum serta kadang dipakai untuk tempat berkunjung beberapa petinggi atau pegawai dari kantor pusat yang sedang ditugaskan di kantor kami. Walau demikian tempat penginapan benar-benar sunyi sepi serta jarang-jarang sekali ada pegawai yang ingin bermalam disana walau gratis. Penjaga penginapan juga sesudah jam 16.00 pulang serta penginapan kosong.

Rumah saya tidak jauh cuma memerlukan waktu seputar 45 menit dari kantor, begitu halnya rekan-rekan lainnya. Namun sebab atasan saya bertempat di Jakarta, hingga wajtu itu beliau merekomendasikan supaya kami bermalam sepanjang 3 malam di kantor bersama dengan beliau untuk mengakhiri pekerjaan. Saya telah coba menampik ajakan beliau secara lembut serta memberikan keyakinan supaya pulang ke rumah saja, tetapi kelihatannya beliau cari rekan untuk bermalam di kantor.

Waktu itu kami tempati kamar 101 dimana kamar itu adalah kamar VVIP yakni kamar yang memiliki sarana paling komplet di penginapan. Kamarnya benar-benar sangat luas, ada ruangan tamu dibarengi sofa, kamar mandi dalam, 2 tempat tidur serta ada juga almari baju, almari es, AC dan TV. Tetapi pertama-tama masuk ruang itu entahlah mengapa merasakan merinding dengan situasi kamar yang ada beberapa barang namun kelihatan suwung jika orang Jawa biasa mengatakan. Tetapi kembali lagi sebab pekerjaan karena itu saya serta rekan-rekan saya memperkuat nyali untuk bermalam disana.

SANGAT MENARIK!  450 Judul Skripsi Akuntansi Terbaru Tahun Ini DASYAT ...

Walau saya sesuai kenyataan serta tidak demikian yakin beberapa hal mistis, tetapi saya mengerti jika tiap ruang tentu ada penghuninya terlebih dulu. Oleh karenanya jadi awalan atau istilahnya pamitan, saya sholat serta membaca kitab suci Al-Qur’an di kamar. Waktu itu kami kerja di kamar mulai sore hari, mendekati malam saya serta rekan saya diminta oleh atasan kami untuk keluar kantor cari makan malam. Saat keluar kamar nyatanya selama lorong benar-benar gelap sebab lampu tidak dinyalakan. Saya serta rekan saya turun melalui tangga memakai pencahayaan dari handphone kami. Sebab situasi sunyi, sepi serta gelap kami percepat langkah kami tanpa ada mengubah pandangan, cuma memandang lurus kedepan hingga kemudian keluar kantor.

Selesai kami beli makanan, kami kembali pada kamar dengan lakukan hal sama seperti kami berangat barusan. Sesudah makan malam kami meneruskan mengakhiri pekerjaan sampai jam 23.00 selanjutnya atasan serta 3 rekan saya lainnya mengejar tidur. Saya terlatih tidur jam 1 pagi ditambah dengan situasi baru membuat saya lebih sulit tidur dari umumnya. Hingga saya putuskan untuk meneruskan pekerjaan sendiri sambil jaga rekanan lainnya sedang tidur. Masuk jam 00.00 mendadak terdengar seperti suara almari pakaianyang terletak disamping saya terbuka. Walau sebenarnya saat saya melihat almari itu tempatnya masih tertutup seperti awalnya.

loading...

Sebab perasaan saya merasakan tidak enak serta urutan saya sedang sendirian, pada akhirnya saya putuskan untuk tidur seperti lainnya walau saya tidak paham apa saya dapat terlelap atau mungkin tidak. Pada akhirnya dengan bekal rasa resah saya dapat tertidur, tetapi pada jam 02.00 pagi hari mendadak saya dengar suara tetapi kesempatan ini dari arah kamar mandi. Seperti ada yang menyalakan air, walau sebenarnya rekan-rekan saya masih ada pada urutan tertidur di tempatnya semasing. Selanjutnya saya teruskan tidur dengan bersembunyi di balik selimut.

SANGAT MENARIK!  Video Detik-detik Ledakan Septic Tank di Cakung: Korban Terpental Dahsyat, Lantai Hancur

Pada jam 03.00 seperti biasa saya bangun untuk sholat malam, sebab insiden awalnya membuat saya takut pada akhirnya saya putuskan untuk masuk kamar mandi tetapi pintunya saya biarlah terbuka. Selanjutnya saya teruskan sholat malam sampai subuh tidak ada insiden ganjil . Pagi harinya narasi horor yang semalaman saya alami tidak saya katakan pada rekan-rekan saya sebab tidak mau membuat lainnya jadi takut juga. Sesudah makan pagi, kami kembali pada kamar untuk meneruskan kegiatan mengakhiri pekerjaan. Malam pertama bermalam membuat saya merasakan labil serta ingin selekasnya pulang. Saya mengharap hari itu pekerjaan dapat dituntaskan serta saya dapat pulang ke rumah.

Tetapi peruntungan kurang memihak pada saya, nyatanya pekerjaan belum usai serta yang tentu kami harus meneruskan pekerjaan dengan bermalam di kantor. Malam ke-2 di kamar 101 saya lalui seperti malam awalnya, saat jam 23.00 rekan-rekan saya telah tertidur tetapi saya masih terbangun. Hingga membuat saya beraktivitas yang sedikit konyol yakni hitung domba supaya saya dapat cepat tertidur serta tidak alami hal seperti malam awalnya. Pekerjaan itu cukup berguna hingga membuat saya dapat terlelap, tetapi kembali lagi seputar jam 01.30 saya terjaga dengar suara bising seperti barang jatuh di kamar mandi. Waktu itu saya membulatkan tekad untuk lihat ke kamar mandi tetapi memang tidak ada apa-apa. Hingga saya biarkan pintu kamar mandi terbuka untuk masih pastikan jika tidak ada apa-apa di kamar mandi.

SANGAT MENARIK!  Otak-Atik Angka Kemiskinan, Fakta Tak Bisa Bohong

Insiden terus berulang-ulang sampai malam ke-3 , saat saya bangun untuk sholat malam pada jam 03.00 pagi hari mendadak saja saya merinding dengan kondisi kamar yang terlihat lebih sunyi dari malam-malam awalnya. Saya selekasnya lakukan sholat sesudah usai saya kembali tidur serta saya bangun jam 05.00 untuk sholat subuh bersama dengan lainnya. Pada saat sarapan saya beranikan diri untuk bercerita insiden horor 3 malam di kamar. Nyatanya salah seorang rekan saya mengalamai hal sama dengan saya, namun waktunya yang tidak sama.

Rekan saya menceritakan jika saat malam pertama ia dengar suara almari baju terbuka namun sebab ia takut karena itu ia tidak berani bangun serta meneruskan tidur. Selanjutnya saat malam ke-2 ia dengar ada suara bising dari arah kamar mandi serta waktu itu ia tahu saya terjaga tetapi kembali lagi sebab ia ketakutan karena itu ia tidak berani bangun serta buka mata. Sedang 2 rekanan saya lainnya serta atasan saya sendiri kelihatannya telah begitu lelap dalam tidurnya hingga tidak rasakan hal itu. Hari itu saya serta rekan-rekan selekasnya mengakhiri pekerjaan hingga sore hari kami dapat kembali pulang ke rumah. Sampai sekarang kami pun tidak tahu figur apa yang menanti di kamar 101 itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.