Mengungkap Misteri Keangkeran Museum Bahari di Jakarta

oleh -

StasiunBerita – Wilayah Kota Tua di Jakarta simpan banyak narasi. Baik narasi riwayat atau cerita mistik yang melumurinya. Salah satunya tempat yang dipercaya memiliki kandungan keangkeran tingkat tinggi ialah Museum Bahari yang ada di Jalan Pasa Ikan Luar Tangkai No. 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Aura angker berasa, di museum. Situasi serta keadaannya yang lembab benar-benar membuat tidak aman. Dari dalam museum konon seringkali terdengar beberapa suara misterius.
Serta, menurut salah seorang masyarakat seputar saat malam hari terutamanya masuk pagi hari banyak masyarakat yang dengar beberapa suara aneh dari dalam museum, dari mulai suara ketawa, berteriak, derap kaki pasukan, sampai suara tangisan wanita.
Masyarakat seputar atau penjaga seringkali menjelaskan akan beberapa kejadian aneh yang sering berlangsung, baik di bangunan atau di pantai dekat museum. Kadang terlihat sesosok noni Belanda, suara orang sedang bercakap.
Konon, hantu noni belanda itu adalah putri cantik pemilik gudang belanda ini. Tetapi, sebab dia wafat dengan rasa ingin tahu pada akhirnya arwahnya belum pernah keluar dari bangunan tua ini. Hantu noni Belanda ini seringkali kelihatan di museum dan wilayah halaman yang bersebelahan langsung dengan laut.
Tidak hanya noni Belanda yang sering ada, ada juga wanita keturunan peranakan yang menggunakan pakaian merah. Disamping itu, ada juga figur pria tinggi besar dengan bundar bersinar seringkali memperlihatkan diri.
Asal tahu saja, Museum Bahari ini memiliki nilai riwayat yang penting, sebab adalah salah satunya peninggalan paling tua jaman Belanda dahulu. Berdiri semenjak tahun 1652 museum Bahari dahulunya jadi tempat pergudangan rempah-rempah serta logistik perang di masa Belanda serta Jepang. Gudang rempah itu diresmikan jadi Museum Bahari pada tahun 1977, dengan gudang serta menara-menara kawal VOC di dalamnya.
Banyak koleksi yang berada di Museum Bahari, salah satunya miniatur perahu tradisionil phinisi serta kapal jaman VOC. Disamping itu, ada juga beberapa mode serta miniatur kapal kekinian serta peralatan pendukung pekerjaan pelayaran.
Yang paling disukai oleh pengunjung yakni lukisan Laksamana Malahayati yang ada di lantai dua. Menurut dia, yang menarik dari lukisan itu yakni dibagian matanya dapat bergerak sendiri.
Laksamana Malahayati salah satu Panglima Angkatan Perang kerajaan Aceh pada saat pemerintahan Sultan Al Mukammil pada tahun 1589 – 1604. Ia mendapatkan keyakinan jadi wanita Inong Balee yang disebut pasukan wanita yang semua sudah ditinggal oleh suaminya di medan pertarungan. Malahayati wanita pertama di Asia yang diangkat jadi Panglima sebab keberaniannya menyerang kapal dan benteng–benteng Belanda. [*]

SANGAT MENARIK!  Preview Prime Utopia, Sebuah Konsep Motherboard di Masa Depan dari Asus

No More Posts Available.

No more pages to load.