Mengerikan, Kisah Sadis dari kampung kanibal Huta Siallagan

oleh -

Hukum pancung di kampung ini dibikin demikian menegangkan. Dimulai ramuan dukun, selesai dengan raja dan panglima mengonsumsi hati, jantung, serta darah penjahat.

Pada jaman dulu, hukuman paling berat buat beberapa aktor kejahatan di tanah Batak ialah pancung. Serta ada narasi jika hati serta jantung si pesakitan akan dikonsumsi oleh raja atau beberapa tetua yang lain untuk meningkatkan kesaktian.

Itu selintas narasi dari kampung kanibal yang pernah ada di Huta Siallagan wilayah Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatra Utara.

Huta dalam bahasa Batak berarti kampung sedang Siallagan diambil dari nama Raja Siallagan. Ruang kampung ini dibuat oleh keluarga Batak bermarga Siallagan, lantas di pimpin oleh Raja Siallagan.

Bila naik mobil dari wilayah Tuktuk Siadong, tempat ini memiliki jarak seputar empat km. dengan waktu pintas 10-15 menit saja. Masuk ke Huta Siallagan cukup bayar ticket Rp5 ribu.

Jejeran rumah bolon, atau rumah tradisi Batak, terlihat menghiasi lokasi itu. Jika dilihat, sisi depan rumah ada banyak ornament ciri khas, yakni menjaga dompak (topeng dengan ekspresi menakutkan), singa-singa (patung kepala singa), patung cecak, serta simbol payudara.

loading...

Parisian Sitinjak, pemandu wisata di Huta Siallagan menerangkan jika ornament itu tidak cuma untuk mempercantik rumah, tapi mempunyai arti tertentu.

Menjaga dompak serta singa-singa berperan untuk mencegah roh jahat. Jaman dulu, keyakinan magic orang Batak benar-benar kuat hingga ke-2 ornament diperlukan jadi penangkal supaya kejahatan tidak dapat masuk ke rumah.

SANGAT MENARIK!  Resep bakso sapi super gurih

Sedang cecak yang disebutkan boraspati adalah hewan yang dapat hidup dimana saja, baik itu di dalam rumah eksklusif serta di dalam rumah simpel. Pokoknya, dia melambangkan orang Batak yang dapat juga hidup dimana saja.

Payudara melambangkan lambang kekayaan serta orang dermawan yang perlu dapat menolong orang lain.

“Ibaratnya seperti ibu yang dapat menyusui anak tanpa ada imbalan. Juga bisa disimpulkan seberapa jauh juga orang Batak merantau, janganlah lupa orang-tua serta jangan lupakan kampung halaman,” tutur Parasian.

Lambang payudara dibagian depan rumah sejumlah delapan, berarti empat pasang payudara. Karena, rumah itu umumnya diisi oleh empat keluarga atau ada empat ibu.

Biasanya, rumah mempunyai tiga tingkatan, paling bawah atau di kolong rumah panggung untuk hewan peliharaan seperti kerbau atau babi, tingkat dua jadi rumah, serta yang teratas untuk area untuk menyimpan barang. Warna rumah terbagi dalam putih, merah, serta hitam.

Atap rumah dibuat dari ijuk dengan belakang yang tambah tinggi dari depan. Maknanya ialah generasi setelah itu harus lebih baik serta lebih hebat dibanding orangtuanya.

Selesai lihat sisi depan rumah, saya juga ingin tahu ingin lihat seperti apa isi di rumah. Tetapi, ada yang tidak biasa waktu saya naik tangga untuk masuk rumah, yakni pintu masuk yang benar-benar rendah hingga saya harus menunduk.

Rupanya, hal ini disengaja. Parisian menjelaskan pintu masuk memang dibikin rendah hingga orang harus menunduk jadi sinyal penghormatan buat pemilik rumah.

SANGAT MENARIK!  Merinding, Cerita seram malam Jumat di kereta Jakarta-Bogor

Disamping itu, menunduk diakui dapat melunturkan pengetahuan hitam. Hingga kemauan jahat orang yang akan masuk rumah, contohnya ingin mengguna-guna, tidak akan kesampaian sebab dia harus menunduk dahulu.

Sisi di rumah dibikin tanpa ada sekat serta memang dipakai bersama untuk empat keluarga. Sisi tengahnya ada perapian untuk menghangatkan badan, sebagai tempat memasak. Penetapan ruang cuma dikerjakan waktu tidur, supaya semasing keluarga mendapatkan privacy.

Walau tinggal seatap, setiap keluarga tidak bisa sama-sama mengganggu atau ambil istri orang lain sebab akan mendapatkan hukuman dari raja, yakni pemenggalan kepala. Kekeliruan lain yang akan mendapatkan hukum pancung ialah membunuh, memerkosa, serta jadi mata-mata lawan.

Sedang, kekeliruan seperti mengambil dapat diampuni tapi si penjahat harus bayar denda. Semua kekeliruan pasti didiskuksikan terlebih dulu untuk tentukan hukuman yang pas.

Batu Persidangan
Selesai melalui jejeran rumah tradisi, pengunjung akan lihat kursi-kursi dari batu yang membuat lingkaran. Bangku itu akan ditempati oleh raja, tetua kampung, dukun, penasihat, panglima atau hulubalang, serta orang yang bersalah. Di bangku berikut musyawarah dikerjakan serta hukuman dipastikan.

Buat yang dapat dibuktikan bersalah, akan dipenjara di kolong rumah raja dengan kaki dipasung. Pemasungan ini dikerjakan sekalian menanti dukun tentukan tanggal eksekusi.

Tanggal itu akan dipastikan dari hari paling lemah si penjahat. Masalahnya rata-rata orang yang berani lakukan kejahatan dipercaya memiliki pengetahuan hitam.

Sesudah mendapatkan keterangan masalah batu bangku, saya juga dibawa ke ruang sampingnya, yakni tempat eksekusi. Ada rasa ngeri waktu lihat tempat pemenggalan kepala. Saya memikirkan bagaimana warga melihat langsung proses pancung pada penjahat jaman dulu.

SANGAT MENARIK!  *AYAM SEMUR PEDAS*

Ya, tiap proses hukum biasa dilihat oleh warga. Hal ini dikerjakan supaya beberapa orang takut melakukan perbuatan jahat.

Hukum pancung dibikin demikian menegangkan. Pertama, penjahat akan dikasih makan yang berisi ramuan dukun untuk lemahkan pengetahuan hitam, selanjutnya dipukul memakai tongkat tunggal panaluan, yakni tongkat magic dari kayu berukir gambar kepala manusia serta binatang, dengan sisi atas berbentuk rambut panjang.

Waktu dilakukan, baju penjahat dilepaskan untuk pastikan tidak ada jimat yang masih sisa. Kemudian, semua anggota badan akan disayat-sayat. Bila telah terluka serta berdarah, dapat dinyatakan pengetahuan hitam yang umumnya membuat orang kebal, sudah hilang.

Tidak sampai disana, bila badan sudah keluarkan darah, akan disiram dengan air asam sampai si penjahat makin lemah. Kemudian, baru hukum pancung dikerjakan.

Kepala serta badan si penjahat dibuang jauh. Anggota badan yang diambil cuma hati, jantung, serta darah untuk dikonsumsi raja dan panglima. Fakta kenapa raja makan itu ialah supaya pengetahuan hitamnya makin kuat serta meningkatkan kebal.

Semua cerita penghukuman sadis itu pada akhirnya selesai pada era ke-19, waktu agama Kristen mulai dikenalkan oleh misionaris asal Jerman, yakni Ludwig Ingwer Nommensen.

Sekarang, hukum pancung serta cerita kanibal itu sudah pasti tidak berlaku, tapi ceritanya masih tersimpan rapi di Huta Siallagan. Jika ingin rasakan situasi perkampungan Batak jaman dulu, Anda dapat hadir kesini.

No More Posts Available.

No more pages to load.