Konsolidasi Aktivis Atas Konflik Agraria di Desa Pagar Batu Kabupaten Lahat, Prov.Sumsel

oleh -

PALEMBANG, StasiunBerita – Aktivis, Mahasiswa, Buruh, Nelayan, NGO, LSM dan Gerakan Tani Prov.Sumsel, melakukan  Konsolidasi Atas Konflik Agraria PT.Artha Prigel di Desa Pagar Batu, Kabupaten Lahat, Prov. Sumsel yang menewaskan 2 orang petani dan 2 orang petani kritis, di Daeng Cafe Kota Palembang, Minggu (22/3/2020). 
Tampak konsolidasi dihadiri: Ki Edi Susilo (Serikat Tani Nasional/STN Sumsel), Rudi Pangaribuan (Aktivis Sumsel Bersatu/ASB), Jaimarta dan (Partai Rakyat Demokrasi/PRD Sumsel), Bagus (Aktivis PRD dan 98 Prov.Sumsel), Rubi Indiarta (Aktivis), Jati Kusuma (Aktivis/Advokat/Notaris), dan diikuti puluhan orang  dari Pejuang Tani,  Aktivis lainya. 
Ki Edi Susilo mengatakan bahwa PT. Artha Prigel  merupakan anak perusahaan PT. Bukit Barisan Indah Permai Group, dari Sawit Mas Group.‬
‪”Petani yang menolak tanahnya digusur mencoba menghalangi hingga terjadi bentrokan diantara kedua pihak. Akibatnya, 2  orang petani tewas di tempat. Sementara 2 orang  lainnya mengalami luka parah akibat bacokan senjata tajam. Hingga kabar diterima masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.‬”Katanya
‪Menurutnya, tindakan penggusuran  yang dilakukan PT. Artha Prigel didampingi aparat ini menunjukkan wajah buruk penyelesaian konflik agraria di Indonesia. Kejadian ini juga menambah daftar panjang letusan konflik agraria di Indonesia yang disertai korban dari pihak petani.‬
“Kasus ini koorporasi versi rakyat. Konteks ini bukan sekedar konflik agraria, namun juga masuk kriminal karena sudah menghilangkan nyawa orang.”Tegasnya Ki Edi.  
Sementara itu, dalam pantauan Sriwijaya Aktual dilokasi, berdasarkan hasil dari konsolidasi dalam diskusinya, antara lain: 
a. Nama aliansi: Maklumat Bersama; “Sumatera Selatan Darurat Agraria, Berantas Mafia Tanah”. 
b. Pada 23 Maret 2020, pukul 14.00 WIB, di Kopi Nian, Jalan Pelita, Sekip Ujung Kota Palembang, akan dilakukan  jumpa pers terkait Konflik Agraria PT.Artha Prigel di Desa Pagar Batu, Kabupaten Lahat, Prov. Sumsel yang menewaskan 2 orang petani dan 2 orang petani kritis. 
c. Rencananya dalam jumpa pers dengan meng-agendekan kapan rencana aksi unjuk rasanya yang dengan  tuntutan: 
1)   Kembalikan tanah rakyat. – Pemberantasan Mafia Tanah.  
2) Meminta oknum pelaku pembunuhan warga di desa pagar batu segera ditangkap. Untuk membongkar mafia tanah di Sumsel. 
3)  Mengutuk keras kejahatan manusia diduga oknum aparat Kepolisian dan preman bayaran PT Artha. 
4)  Hentikan aktivitas PT Artha Prigel. 
5) Selesaikan konflik agraria di Prov.Sumsel. #Sumsel Darurat Agraria. 
(Jired).

SANGAT MENARIK!  Viral ! Kisah Mistis Perjalanan Semarang-Bogor, Lihat Kuntilanak Nyebrang Tol

No More Posts Available.

No more pages to load.