Kisah Mistis di Balik Penemuan Mayat Siswa SD di Banjarnegara, Suara Anak Kecil & Berbau Jadi Panduan .

oleh -

Masalah sangkaan pembunuhan pada siswa SDN Prigi 2 Kecamatan Sigaluh Banjarnegara, Ma’ruf (13), menarik perhatian banyak faksi. Korban diketemukan dalam keadaan tidak bernyawa di kebun punya keluarga KR yang sekarang diputuskan jadi terduga.

Nyatanya, untuk temukan kehadiran korban tidak mudah.

Walau cuma ditimbun sampah, kehadiran korban hampir tidak tinggalkan jejak. Jumat sore (31/1), langit desa mulai petang.Tapi Ma’ruf yang konon tengah memburu durian di kebun belum pulang.

Memungut buah durian yang jatuh di kebun orang bukan pelanggaran di desa ini. Buah yang sudah jatuh di tanah, ialah peruntungan buat siapa saja yang menemukannya. Anak itu seringkali pergi bermain keluar. Tapi dia akan pulang sebelum gelap.

Karena itu, rasa kuatir menempa keluarga. Ditambah lagi tidak didapati anak itu pergi dengan siapa. Walau didapati, Ma’ruf sempat berjumpa dengan KR, tetangganya. Tapi sesudahnya, tidak ada yang mengetahui.

Ini yang membuat KR gampang menangkis saat diberi pertanyaan. “Anak itu senang main. Tetapi jika sore pulang. Nah ini sampai malam tidak pulang,”kata Nijo, tetangga korban serta aktor KR Makin lama tidak ada berita, rasa kuatir itu semakin besar.

loading...

Masyarakat lalu ramai-ramai cari korban. Mereka konsentrasi menyisir kebun-kebun di desa yang kemungkinan dilintasi korban. Kebun punya keluarga KR juga tidak lepas dari penelusuran masyarakat. Di kebun itu, terdapat beberapa tanaman ketela pohon.

SANGAT MENARIK!  PakDe Jokowi Disebut Punya Indra Keenam....

Kebun itu ditempati kawanan lebah yang menyengaja dijaga KR untuk diambil madunya. Beberapa hari dicari, korban tidak diketemukan. Pada penelusuran pada hari ke empat, satu team beranggotakan seputar 10 orang cari di kebun keluarga KR.

Kebun itu juga seringkali diinjak masyarakat yang cari kehadiran korban.Tapi situasi sore itu berasa beda dari umumnya. Hari bergerak gelap. Sepi semakin menyergap. Tetapi team belum hentikan penelusuran. Sampai kondisi menakutkan yang memaksakan mereka pulang.

Ditengah-tengah keheningan kebun punya terduga, suara bocah terdengar menyebut. Entahlah darimanakah suara itu lahir. Entahlah riil, atau imajinasi. Yang tentu, kondisi itu membuat mereka ciut nyali.

Ditambah ada berbau yang mulai menebar. Barisan itu juga pada akhirnya buyar. “Takut terus pada pulang,”tuturnya. Kejadian ganjil itu nyatanya tidak membuat team lain urung meneruskan penelusuran.

Nijo malah memandang ada panduan dibalik insiden itu. Ihwal suara gaib bisa saja diacuhkan. Tapi berbau yang tercium bisa saja petanda, ada badan yang membusuk disana.

Karena itu, Nijo bersama dengan teamnya putuskan meneruskan penelusuran walau sudah malam. Langkah mereka langsung ke arah kebun keluarga KR, tempat insiden ganjil itu berawal.Tapi kesempatan ini mereka dengan bekal gaman (senjata).

SANGAT MENARIK!  Bidan Gadungan Tamat SMP Tarik Paksa Kepala Bayi Hingga Putus,Putus

Senjata itu akan digunakan untuk mengorek tanah, atau singkirkan sampah yang diduga muasal berbau. Saat ada tanah lembek terinjak, disana mereka menggali. Mungkin, ada suatu hal dibalik tanah itu. Juga saat ada sampah berserak, mereka menyingkirkannya. Siapa tahu, ada yang ditutupi disana.

Sampai seputar sejam cari, waktu lemas serta mulai frustasi, Giyo, seorang anggota team temukan sepasang sandal yang tertutup rerumputan. Dia spontan mengusung sandal itu, tetapi saat itu juga ditegur teman-temannya lainnya. Sentuhan tangannya di kuatirkan tinggalkan sidik jari.

Pria itu juga ketakutan, sampai melepas sandal itu kembali. Lantas minta teman-temannya jadi saksi, bila ia kelak dihujani polisi. “Betul-betul takut itu, terus dilepaskan sandalnya,”tuturnya

Penemuan sepasang sandal itu makin memperkuat keraguan mereka berkaitan jejak korban di tempat itu. Sampai sesaat selanjutnya, mereka temukan suatu hal meresahkan. Antara jejeran tanaman singkong di pematang, ada satu tanaman yang tercerabut sampai tempat itu kelihatan bersela.

Disana ada timbunan sampah serta dedaunan kering. Tidak jauh darinya ada sarang lebah madu yang dijaga KR. Sampah kulit durian serta beberapa butir biji diketemukan berserak dalam tempat itu.

Mereka membuka timbunan sampah itu, sampai kelihatan lengan korban. Waktu itu, mereka berani menentukannya ialah sesosok mayat. Tapi team itu tidak berani mengusung korban. Mereka benar-benar berhati-hati sebab siapa tahu itu hasil tindak kriminil.

SANGAT MENARIK!  Jokowi Punya Pesawat Kepresidenan Baru, Alvin Lie: Satu Belum Cukup?

Masyarakat cuma jaga tempat kehadiran korban, sambil menanti polisi hadir. “Hanya ditungguin, tidak berani ngangkat. Polisi hadir 1/2 jam selanjutnya,”tuturnya. Nijo juga bingung, korban diketemukan dalam tempat itu.

Walau sebenarnya tempat telah lebih dari sepuluh kali dijamah team waktu penelusuran mulai hari pertama. Serta, ada anggota team yang akui sempat duduk rehat disamping tempat korban diketemukan sewaktu penelusuran. Bila saja tidak ada panduan dari berbau busuk, bisa saja jasad korban belum diketemukan.

1/2 jam selanjutnya, polisi hadir untuk mengevakuasi korban. Nijo juga akui sempat kirim gambar penemuan korban ke KR yang pergi dari rumah selesai insiden. Tapi waktu itu dia tidak menempatkan berprasangka buruk.

Dia malah minta KR pulang untuk menangkis keraguan masyarakat. Karena penemuan itu ada di kebun keluarganya.Ia juga yang didapati paling akhir sempat berjumpa korban. KR pada akhirnya pulang, beberapa saat sebelum jenazah hadir dari RSUD Margono Purwokerto.

Dia juga turut mendekat bersama dengan masyarakat lain, waktu jenazah datang di dalam rumah duka. “Ia takutnya didakwa sebab korban diketemukan di kebunnya. Saya tidak berprasangka buruk waktu itu, “tuturnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.