Kisah Mistik Briptu Risdianto di Wilayah Pedalaman Papua

oleh -

Enam tahun jadi seorang pasukan Polisi Republik Indonesia (Polri) di wilayah pedalaman Papua, Briptu Risdianto asal Tiku, Kabupaten Agam dikirim jadi salah satunya pasukan Satgas Garbha 2 FPU IX.

Jadi pasukan membuat mental lelaki bertubuh kekar itu terasah sepanjang ikuti operasi di wilayah pedalaman.

Beberapa jenis medan sudah dia lewati, dari mulai hal yang mencekam sampai hal mistik waktu lakukan operasi yang dia lewati di wilayah pedalaman timur Indonesia itu.

“Saya lakukan delapan kali operasi serta semuanya di wilayah Papua,” katanya pada KLIKPOSITIF, Rabu 17 Januari 2018 waktu dihubungi lewat handphone.

Pertama diletakkan di Papua pada tahun 2011 lantas dia diletakkan jadi pasukan Brigade Mobil (Brimob) Polda Papua.

SANGAT MENARIK!  4 Cara Mengatasi Memori C Penuh pada Laptop yang Terbukti Ampuh

“Jika kesusahan saya sepanjang dinas tidak jadi permasalahan, sebab dengan jadi polisi, tentu saja saya siap dengan semua rintangannya,” sambungnya.

loading...

Dia akui mentalnya terus diasah dalam tiap operasi yang dia kerjakan di wilayah pedalaman Papua. “Pada sebuah team operasi kami cuma sejumlah 15 sampai 20 orang dan itu rintangan yang perlu dilalui,” sambungnya.

Dalam sekali operasi, dia habiskan waktu paling lama 14 bulan serta paling sesaat 4 bulan.

“Jika operasi di Papua umumnya dalam terbatasnya seperti listrik yang cuma hidup jam 18.00 WIT lantas jam 22.00 WIT atau jam 23.00 WIT,” sambungnya.

Pengalaman lelaki itu bukan hanya mengenai kesusahan, kesenangan sampai hal mistis sempat juga dia alami di wilayah pedalaman.

SANGAT MENARIK!  Tanda Pandemi Corona Berakhir Sudah Terlihat, Nihil Kasus Positif Corona Baru di Jawa Barat Seiring Penampakan Bintang Tsuraya, ini Kata Ahli

“Saat itu kami dikirim 10 orang dalam satu misi, waktu di rimba ada kabut tebal serta pandangan cuma seputar satu mtr. saja. Waktu perhitungan personil, jumlahnya kami sudah makin bertambah sekitar 11 orang,” sambungnya.

Waktu kabut tebal itu selesai, komandannya kembali hitung anggota serta jumlahnya kembali 10 orang.

“Itu adalah pengalaman mistik yang saya ingat serta terkadang membuat saya ketawa sendiri,” tuturnya.

Walau demikian, lelaki kelahiran 1992 itu masih mengucapkan syukur dapat lakukan hal paling baik untuk masih berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sekarang, dia sudah terhimpun dalam pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Sudan pada 26 Januari 2018 akan datang.

SANGAT MENARIK!  Tips Kecantikan Wanita Alami Sebelum Tidur

“Dengan bekal operasi sejauh ini, masuk dengan pasukan ini tidak susah sebab beberapa materi biasa saya kerjakan saat operasi,” katanya.

Walau demikian, jadi pasukan taktis di pasukan Satgas Garbha 2 FPU IX dia harus mengkuti training sepanjang enam bulan semenjak bulan Juli sampai Desember 2017 kemarin.

“Semua proses masih diikuti seperti harusnya serta operasi ini adalah operasi pertama saya ke luar Indonesia,” katanya.

Dia bersama dengan 140 orang personil Polri yang lain akan pergi ke Sudan pada 26 Januari 2018 akan datang.

“Yang perlu buat saya ialah doa dari orangtua sampai dalam tiap operasi saya dapat mengakhirinya serta tentu saja suport dari komandan dan rekan-rekan satu perjuangan,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.