Kerugian Robot Trading Fahrenheit Capai Rp 555 Miliar, Korban 1.419 Orang

oleh -100 views
Kerugian Robot Trading Fahrenheit Capai Rp 555 M, Korban 1.419 Orang
ilustrasi

JAKARTA, Stasiun Berita – Jumlah kerugian korban robot trading Fahrenheit semakin fantastis. Sampai saat ini, berdasarkan perhitungan mencapai Rp 555 miliar, dengan total korban 1.419 orang.

“Korban yang mengalami kerugian dalam kasus ini sebanyak 1.419 orang, dengan total kerugian sebesar Rp 555.130.963.497,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Jumat (20/5/2022).

Gatot mengatakan, jumlah kerugian tersebut masih berpotensi bertambah. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri masih terus membuka aduan masyarakat jika masih ada korban lainnya.

Penyidik bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah memblokir sejumlah rekening para tersangka. Total ada uangnya senilai Rp 70 miliar.

“Kemudian penyidik akan berkoordinasi dengan pihak Bank untuk menyita dana pada rekening tersebut,” jelas Gatot.

Diketahui, Bareskrim Polri telah menangkap Hendry Susanto dan menetapkannya sebagai tersangka aplikasi investasi bodong robot trading Fahrenheit. Hendry Susanto merupakan direktur di PT FSP Akademi Pro, yakni perusahaan yang mengelola robot trading investasi ilegal Fahrenheit

Selain Hendry Susanto, pihak kepolisian juga telah menetapkan empat orang lain sebagai tersangka di kasus tersebut. Mereka adalah D, ILJ, DBJ, dan MF.

Para tersangka modusnya mempromosikan robot trading itu melalui media sosial. Kemudian para member yang menjadi korban menginvestasikan uang miliknya pada akun trading Fahrenheit dengan cara mentransfer ke rekening milik tersangka inisial D.

Sementara jumlah korban dari investasi bodong ini mencapai lebih dari 100 orang. Meski begitu belum diketahui pasti kerugian dari para korban. Sebab pihak kepolisian masih terus menyelidikinya. [*Jawapos]

No More Posts Available.

No more pages to load.