Kenapa Di Bali Angkutan Umum Jarang?

oleh -355 views

DENPASAR-BALI, StasiunBerita – Angkutan umum
biasanya jadi bagian sistem transportasi di perkotaan. Terlebih di
kota-kota dengan populasi yang padat dan ramai, sistem transportasi umum
terintegrasi jadi solusinya. Tapi hal itu tidak ditemukan di Bali. Di
Bali, jarang ditemui angkutan umum.

Menurut penuturan warga
lokal, Dika, masyarakat Bali lebih menyukai kendaraan pribadi, khususnya
roda dua. “Orang Bali lebih suka naik motor. Dan kebanyakan motor
matic,” kata Dika di Denpasar, Sabtu (2/11/2019).

Ada alasan mengapa kendaraan roda dua dipilih sebagai alat transportasi
utama masyarakat Bali. Salah satunya karena jarak antar wilayah yang
tidak terlalu jauh.

“Di Bali, dari ujung ke ujung bisa ditempuh antara 2 sampai 3 jam. Jadi bisa dijangkau dengan naik motor,” katanya lagi.

Sebagai destinasi wisata, infrastruktur di Bali memang sudah cukup
bagus. Bahkan sudah ada tol Mandara sepanjang 8 km yang melintasi laut
untuk menghubungkan Nusa Dua, Bandar Udara Ngurah Rai, dan Tanjung
Benoa. Tol ini juga bisa dilintasi pengendara motor, baik siang ataupun
malam.

Selain warga lokal, wisatawan domestik maupun asing yang
berlibur ke Bali juga lebih memilih berkeliling Pulau Dewata menggunakan
sepeda motor. “Di sini kan banyak penyewaan motor. Dan bule-bule juga
lebih suka naik motor, karena bisa lebih enak buat blusukan sampai ke
wilayah pedesaan Bali,” terang Dika.

“Selain motor, yang lagi tren di sini taksi online. Jadi orang lebih suka naik semacam Grab, Go-Jek. Makanya angkutan umum jarang,” katanya lagi.

Meski
begitu, bukan berarti di Bali tidak ada angkutan umum sama sekali.
Dalam amatan detikcom, di daerah Sanur, Denpasar, sesekali masih bisa
ditemui angkutan umum berwarna hijau yang lalu lalang melayani rute
jarak pendek.  (lua/lth/detik)

No More Posts Available.

No more pages to load.