Jijik Banget, Pengakuan Dokter Tangani Pasien Homo: Keluar Terus Kotorannya Setengah Meter

Jijik Banget, Pengakuan Dokter Tangani Pasien Homo: Keluar Terus Kotorannya Setengah Meter

Stasiun Berita – Akun TikTok @odejourney membagikan video wawancara dengan seorang dokter wanita yang pernah mendampingi seorang gay atau homo.

Salah satu penyimpangan s*ksual bagian dari LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) ini menyebabkan dampak yang memprihatinkan dan tak bisa disembuhkan.

Seeorang yang jadi korban sodomi, menyebabkan mereka tidak bisa menahan kotoran keluar dari duburnya.

“Lubang-lubang, kayak ada terowongan. itu keluar terus kotorannya, dari setengah meter ini bau eek. tidak bisa diobati, sedih banget,” cerita dokter tersebut.

Lelaki tersebut merupakan pasiennya di kawasan Ancol yang sudah didampinginya selama tiga tahun.

Para perilaku penyimpangan s*ksual ini kebanyakan dari mereka tidak mengetahui informasi yang benar mengenai dampak dari LGBT ini.

“iya (perilaku LGBT). Sudah ngerasa aman, pakai kondom perlindungan (hanya) 26 persen, “ kata dokter itu.

Salah satu pasien pernah ada yang minta disuntik. Padahal satu kali suntik biayanya Rp700 ribu. Katanya pasiennya itu mau bertaubat.

“Beneran ini tobat. Beneran muka tobatnya,” katanya.

Pasien itu sudah meminta maaf saat bercerita, Dia mengaku terakhir kali melakukan s*domi laki-laki tuna susila.

“Dianya eek mencret. keluar kampung, Dokter saya tidak sopan ya, “ kata dokter menirukan lelaki itu.

Walaupun tidak melakukan, dokter merasa menceritakan hal ini juga merasa dirinya tidak sopan.

“Gimana melakukan?. Maaf ya tidak beradab. sorry maaf-maaf,” ucapnya.

Sosok yang mewawancarai dokter itu kemudian mengatakan, “Tolong ya, teman-teman, kalau di sekitar loe ada LGBT. kalau elu sayang mereka semua. selametin mereka, jangan malah sok-sokan mendukung perilaku mereka,” ujarnya..

“Mendukung hak asasi mereka. Hak asasinya mereka mendapatkan kesehatan,” katanya.

“Hak asasi mereka, mendapatkan informasi yang benar. mereka itu tidak pernah tahu sejelas-jelasnya,” timpal sang dokter. (***)

    No More Posts Available.

    No more pages to load.