Jengkel Pemilik Lahan Tak Mempan Dibacok, Preman Bayaran Tembak Kepala, Korban pun Roboh

oleh -68 Dilihat
oleh
Jengkel Pemilik Lahan Tak Mempan Dibacok, Preman Bayaran Tembak Kepala, Korban pun Rubuh

TAPIN-KALSEL, Stasiun Berita – Kakek Sabriansyah (60) ditemukan tewas. Kondisinya mengenaskan. Kakek asal Jalan Batu Nyaring, Desa Matang Batas, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin itu tewas di kawasan kebun karet, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Rabu, 29 Maret 2023.

Mahyuni (40), putra korban membeber kronologi tewasnya ayahnya. Menurut Mahyuni, pembunuhan itu dipicu permasalahan lahan dengan perusahaan batubara di wilayah tersebut.

Korban mengantongi sertifikat hak milik (SHM) ini, tidak pernah mendapatkan kompensasi ganti rugi dari perusahaan sejak 2001.

Pihak keluarga korban sudah beberapa kali berupaya meminta hak korban kepada perusahaan, tapi selalu mendapatkan respons oleh preman-preman bayaran perusahaan.

Puncaknya kemarin siang. Sekitar 30 orang datang dengan menumpang lima mobil.

Jarum jam menunjukkan sekira pukul 11.00 Wita, ketika mereka tiba di lahan yang jadi sengketa. Kelompok itu turun. Satu orang yang dituakan, menemui Mahyuni.

“Kita ini keluarga, mari kita bicarakan baik-baik. Bagaimana kalau pemblokiran atau penguasaan fisik ini dibuka saja,” kata orang yang dituakan itu kepada Mahyuni.

Mahyuni tidak berani mengambil keputusan. Pasalnya, lahan itu adalah milik keluarganya. Ia pun menyarankan agar orang-orang itu berbicara kepada pemilik lahan.

Ditemani Mahyuni, orang yang dituakan itu pergi menemui pemilik lahan menumpang sebuah mobil. Yang lain masih menunggu di lokasi.

Orang sewaan pihak perusahaan pun berbicara dengan pemilik lahan. Mereka menawarkan untuk pembukaan, itu hanya untuk melewatkan tronton yang berisi batubara serta mengajukan penawaran dengan membayar Rp50 ribu per ret.

Pemilik lahan lalu bertanya pada Mahyuni. “Saya ikut saja apa yang menurut bapak baik. Saya menurut apa kata yang tua saja,” ujar Mahyuni.

Sementara itu, saat negosiasi berlangsung, korban Sabriansyah yang saat itu masih di rumah, lalu menyusul ke lokasi. Dia mengira putranya, Mahyuni, ada di lokasi.

Korban Sabriansyah tidak menyangka ada empat mobil preman perusahaan batu bara, ada di lokasi. Saat tiba di lokasi, salah seorang preman menggandeng tangannya. Lalu, tiba-tiba korban mendapat tebasan parang bertubi-tubi.

Mendapat serangan, korban refleks menangis. Sambil mundur sekitar 50 meter. Para penyerang sempat heran. Korban tak mengalami luka sedikit pun.

Melihat korban tak mempan senjata tajam, salah seorang dengan kesal mengeluarkan senjata api. Dia lalu menembak kepala korban. Peluru menembus kepala, hingga korban tersungkur.

Saat terkapar itu, para pelaku lalu menggorok serta menghujami wajah korban dengan bacokan. Korban pun tewas bersimbah darah. Mengetahui korban tewas, para pelaku kabur.

Keluarga korban berharap, pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Mereka menilai itu perencanaan. Pasalnya, sudah membawa senjata tajam dan senjata api.Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. (*)

    No More Posts Available.

    No more pages to load.