ini dia! Pejabat China, Otak di Balik Penahanan Jutaan Muslim di Uighur

oleh -435 views
StasiunBerita – Sosok seorang pejabat China yang
menjadi otak atau perencana penahanan jutaan Muslim Uighur dan etnik
Muslim lainnya di beberapa kamp terungkap melalui sejumlah dokumen
rahasia. Dia Zhu Hailun, seorang pejabat Han yang fasih berbahasa
Uighur—bahasa minoritas Muslim Turki setempat—sebagai otak di balik
layar seperti dilaporkan Associated Press.

Sebagai informasi, Zhu, yang saat itu menjabat Ketua Komisi Urusan
Politik dan Hukum Partai Komunis di wilayah Xinjiang, menandatangani
dokumen yang diterbitkan pada tahun 2017. Seorang ahli bahasa Uighur
mengenali tanda tangan Zhu yang ditulis di atas beberapa dokumen dari
masa kerjanya sebagai penerjemah di Kashgar, ketika Zhu menjadi pejabat
tinggi kota.

“Ketika saya melihatnya saya tahu itu penting. Dia pria yang ingin
mengendalikan kekuasaan di tangannya. Segala sesuatu,” ungkap ahli
bahasa, Abduweli Ayup, yang sekarang tinggal di pengasingan.

Ayup dilaporkan bertemu Zhu pada tahun 1998, ketika ia datang untuk memeriksa kotanya.

Zhu dikenal karena kerap memerintahkan penggerebekan rumah-rumah warga
Uighur pada pukul 03.00 pagi. Di kota itu, para petani kerap menyanyikan
lagu rakyat populer “Zhu Hailun akan datang” untuk mengolok-olok sifat
keras pejabat tersebut.

“Dia memberi perintah seolah petani adalah prajurit. Kita semua adalah
tentaranya. Orang China Han menguasai tanah air kita. Kami tahu kami
harus tetap di tempat kami,” jelas Ayup.

Zhu lahir pada tahun 1958 di pedesaan Jiangsu di pantai China. Di masa
remajanya, selama Revolusi Kebudayaan China, Zhu dikirim ke daerah
Kargilik, jauh di jantung Uighur di Xinjiang— dan tidak pernah pergi.

Zhu dilaporkan bergabung dengan Partai Komunis pada tahun 1980 dan naik
jadi pejabat birokrasi Xinjiang, yang bertanggung jawab atas kota-kota
“titik panas”. Menjelang tahun 1990-an, ia sangat fasih berbahasa
Uighur, sehingga ia mengoreksi penerjemahnya sendiri selama ada
pertemuan.

“Jika Anda tidak melihatnya, Anda tidak akan pernah membayangkan dia
(orang) Han China. Ketika dia berbicara bahasa Uighur, dia benar-benar
berbicara seperti orang Uighur, sejak dia tumbuh bersama mereka,” ucap
seorang pengusaha Uighur yang tinggal di pengasingan di Turki, yang
menolak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan, kepada The
Associated Press, yang dilansir Senin (25/11/2019).

Pengusaha itu mengatakan dia pertama kali mendengar sosok Zhu dari
seorang teman Uighur yang berurusan dengan pejabat itu saat melakukan
bisnis. Temannya terkesan, menggambarkan Zhu sebagai sosok yang “sangat
mampu”—seorang birokrat Han China, yang dengannya Uighur dapat bekerja.

Tetapi, setelah bertahun-tahun mengamati Zhu mengawasi penumpasan dan
penangkapan, pengusaha itu mengaku membuat kesimpulan yang berbeda.

“Dia rubah yang licik. Jenis yang sangat licik, jenis yang bermain
dengan otak Anda. Dia adalah karakter kunci untuk kebijakan Partai
Komunis untuk mengendalikan Xinjiang Selatan,” katanya.

Polisi China telah mensterilkan lingkungan Uighur, mengacungkan senapan
dan mengumpulkan ratusan warga Uighur untuk diadili. Puluhan ribu kamera
pengintai juga dipasang.

Diangkat sebagai kepala aparat keamanan dan hukum wilayah tersebut pada
tahun 2016, Zhu meletakkan dasar bagi sistem pengawasan negara yang
serba bisa, yang secara otomatis dapat mengidentifikasi target
penangkapan. Dia menyilangkan wilayah untuk memeriksa pusat-pusat
interniran, kantor polisi, pos pemeriksaan dan komponen lain dari aparat
pengawasan dan penahanan yang muncul.

Stasiun televisi pemerintah pernah menayangkan Zhu melanjutkan tur tanpa
henti ke kamp, ​​pos pemeriksaan, dan kantor polisi Xinjiang, yang
secara pribadi membimbing kampanye penahanan massal.

Zhu mengundurkan diri tahun lalu setelah menginjak usia 60 tahun. Dia
tidak menanggapi permintaan komentar yang berulang kali diajukan AP. [moeslimchoice.com]

No More Posts Available.

No more pages to load.