Heboh! Anak Sapi Limosin di Bantul Ini Punya 2 Mulut dan 3 Kelopak Mata

Pedet dengan 2 moncong dan 3 kelopak mata milik Aldani di Bantul, Senin (4/11/2019). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

BANTUL-DI YOGYAKARTA, StasiunBerita – Seekor pedet atau anak sapi di Dusun Cengkehan, Desa Wukirsari,
Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, lahir dengan 2 moncong atau mulut
dan 3 kelopak mata. Pedet yang berasal dari perkawinan suntik ini
kondisinya masih lemah dan belum bisa berdiri tegak.
Pantauan detikcom,
pedet unik dengan kulit berwarna cokelat ini tampak tergolek lemas di
atas tumpukan jerami. Sesekali pedet tersebut berusaha untuk berdiri
namun terjatuh.
Melihat lebih dekat, pedet ini memiliki 2 moncong
dan 3 kelopak mata. Sedangkan pada salah satu kelopak mata pedet itu
berisi 2 bola mata. Sehingga, pedet itu memiliki 4 bola mata yang
terdapat pada 3 kelopak mata.
Pemilik pedet, Aldani (56), mengatakan bahwa pedet miliknya lahir Sabtu
(2/11/2019) sekitar jam 21.00. Dia menyebut proses kelahiran pedet jenis
limosin itu berlangsung dengan normal.
“Anak saya yang tahu
proses lahirannya sapi, terus setelah pedetnya keluar itu dia bilang ke
saya. Saya langsung ke kandang untuk membersihkannya (tubuh pedet),”
katanya saat ditemui di rumahnya, Senin (4/11/2019).
Namun, ketika membersihkan kepala pedet berjenis kelamin betina ini, Aldani menemukan hal yang janggal.
“Saya
kira normal (pedetnya), tapi pas saya lap (membersihkan) kepalanya itu
kok saya lihat mulutnya (moncong) ada 2, dan matanya ada 3. Tapi ya
sudah, mau gimana lagi, mungkin rezekinya dari Allah digariskan seperti
ini,” ucapnya.
“Saya tidak tahu kok bentuknya aneh seperti ini,
yang jelas pedet ini hasil dari kawin suntik 1 kali terus jadi. Apalagi
sebelum lahiran itu induknya tidak bertingkah aneh,” imbuh Aldani. 
Pedet dengan 2 moncong dan 3 kelopak mata milik Aldani di Bantul, Senin (4/11/2019)
Lebih lanjut, Aldani menuturkan bahwa pedet yang baru berusia 2 hari ini
belum bisa berdiri dengan tegak. Selain itu, pedet miliknya mengalami
kesulitan untuk meminum susu dari induknya.

“Karena belum bisa
nyusu induknya, untuk makannya saya disedotkan (susu dari indukan) lalu
diminumkan (ke pedet) pakai dot, waktu memberi makannya sehari 2 kali,”
kata Aldani.

Aldani menambahkan, bahwa ia berencana untuk merawat pedet miliknya ini
hingga berukuran besar. Hal itu agar ia dapat menjual sapi tersebut.

“Ke depannya kalau bisa pedet ini selamat (berumur panjang) dulu, dan kalau sudah besar mau saya jual,” katanya. 
(rih)

    No More Posts Available.

    No more pages to load.