Gadis Thailand Yang Penyelundup Sabu Di Anunya, Begini Kehidupan di Negara Asalnya

oleh -306 views
Chencira Aehitanon, 21, tersangka penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 283,79 gram ke dalam kemaluannya (Rachman Deniansyah)

TANGGERANG SELATAN, StasiunBerita – Chencira Aehitanon, 21, wanita asal Thailand
ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Tangerang
Selatan (Tangsel). Kini, wanita berkulit putih itu harus mendekam di
balik jeruji besi. 
Tak ada yang menyangka, di balik kecantikan parasnya itu, ternyata
Chencira merupakan seorang tersangka penyelundupan narkoba jenis sabu
skala internasional.
Meski sempat lolos dari penjagaan ketat di bandara, Chencira harus
tetap mengakui kesalahannya. Sebab dirinya tak bisa mengelak saat
Satnarkoba Polres Tangsel mendapati sabu seberat 283,79 gram yang ia
selipkan di dalam kemaluannya. 
Dihadapan para awak media dan petugas kepolisian, Chencira dengan
kepala tertunduk dan tangan diborgol, hanya membisu. Ia tak mampu
berbahasa Indonesia, juga tak dapat berbicara dengan bahasa Inggris.
“Bahasa Inggris juga enggak bisa, itu yang agak menyulitkan kami,”
ujar Kasat Resnarkoba Polres Tangsel Iptu Edy Suprayitno saat bersama
Chencira di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Serpong, Tangsel, Kamis
(31/10/2019).
Ternyata, Chencira juga memang baru sekali singgah di Indonesia. 
“Pengakuannya dia ini baru sekali. Dia ini tinggal di sebuah desa wilayah Lop Buri,  Thailand,” ujar Edy. 
Menurut Edy, alamat Chencira tinggal berada di sebuah desa yang terpencil.
 “Jadi benar-benar desa. Dia ini orang desa,” imbuhnya. 
Edy menuturkan, Chencira mengaku terpaksa berperan sebagai kurir,
sebab di negara asalnya, wanita ini tak mempunyai pekerjaan, hanya
seorang gadis desa dari keluarga petani.
“Hanya Bapaknya yang bekerja, sebagai petani di desanya (Thailand),” tuturnya. 
Ia menjalan aksi penyelundupan sabu karena dijanjiian akan
mendapatkan imbalasan sebesar Rp14 Juta dari seseorang yang juga warga
negara Thailand yang berada di Indonesia. Namun, bukan uang yang ia
dapatkan, melainkan menjadi salah satu penghuni jeruji besi dengan
ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (MRI/RGI/tangerangnews)

No More Posts Available.

No more pages to load.