Fakta Pelaku Persekusi Banser NU, Berujung Penjara 6 Tahun

oleh -417 views

JAKARTA, StasiunBerita – Viral di media
sosial sebuah video menunjukkan dua anggota Banser Nahdlatul Ulama diduga
dipersekusi di jalan raya. Berdasar informasi beredar, peristiwa tersebut
terjadi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa 10 Desember 2019.
Setelah mendapat
laporan, aparat kepolisian pun berhasil menangkap pelaku perseksui. HA,
tersangka aksi persekusi kepada anggota Banser NU, telah ditangkap aparat
Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis 12 Desember 2019. HA terancam hukuman
maksimal 6 tahun kurungan penjara akibat perbuatannya tersebut.
Akibat senggolan
AH mengakui bahwa
pada saat kejadian yang dilakukan pada Selasa 10 Desember 2019 lalu karena
tidak bisa menguasai emosi. Sebab saat itu pelaku kesal sepeda motornya
mengalami senggolan dengan korban yang berinisial ES dan WS.
“Saya tidak
dapat mengendalikan emosi, saya meminta maaf kepada masyarakat secara umum, dan
khususnya kepada masyarakat NU, kepada para Ulama, kepada saudara sesama muslim
Banser dan GP Anshor,” ujarnya
HA (30. Ia ditangkap
saat tengah bersembunyi di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Depok usai melakukan
aksinya.
Pelaku mengakui
Kapolres Metro
Jakarya Selatan Kombes Bastoni Purnama, mengatakan, penangkapan terhadap
tersangka dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Setelah ditangkap, polisi kemudian
menggali keterangan dari pelaku dan ternyata diketahui pelaku mengaku kesal
lantaran bersenggolam motor dengan korban.
“Keterangan
pelaku persekusi diawali papasan dengan korban kemudian bersenggolan dengan
anggota banser NU atau korban. Pelaku kesal kemudian pelaku membuntuti korban,
dan sampai TKP pelaku melakukan perbuatannya, mengintimidasi dengan ancaman
kata yang tidak perlu,” kata Bastoni di Mapolres Metro Jakarta Selatan,
Kamis malam, 13 Desember 2019.
Tidak bawa
organisasi
Bastoni mengatakan,
HA melakukan aksinya atas inisiatif sendiri lantaran dipengaruhi rasa emosi. HA
juga tidak terlibat atau tidak bergerak atas nama organisasi manapun,
semata-mata dilakukan atas nama pribadi hanya karena kesal.
Usai menjalankan
aksinya, pelaku kemudian menyebarkan video yang dia buat sendiri ke grup
Whatsap yang Dia miliki. Namun saat itu, Pelaku mendapatkan teguran dari admin
grup Whatsap tersebut.
“Pelaku merekam
videonya sendiri. Terus sempat menyebarkan ke grupnya, tapi sempat ditegur oleh
admin grupnya,” ujar Bastoni.
Minta maaf
Saat diamankan di
Mapolres Jakarta Selatan, pelaku memohon maaf atas apa yang telah dilakukannya.
Pelaku menyadari aksinya tersebut telah meresahkan masyarakat terlebih setelah
videonya viral di media Sosial.
“Saya memohon
maaf atas tindakan saya yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Saya
menyadari perbuatan saya dan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,”
kata HA di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis malam.
Pelaku mengakui
bahwa pada saat kejadian yang dilakukan pada Selasa 10 Desember 2019 lalu
karena tidak bisa menguasai emosi. Sebab saat itu pelaku kesal sepeda motornya
mengalami senggolan dengan korban yang berinisial ES dan WS.
HA menyadari apa
yang dilakukannya tersebut merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Maka dari
itu dirinya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat.
Diancam 6 tahun
penjara
Usai menjalankan
aksinya, pelaku kemudian menyebarkan video yang dia buat sendiri ke grup
Whatsap yang Dia miliki. Namun saat itu, Pelaku mendapatkan teguran dari admin
grup Whatsap tersebut.
“Pelaku merekam
videonya sendiri. Terus sempat menyebarkan ke grupnya, tapi sempat ditegur oleh
admin grupnya,” ujar Bastoni.
Atas perbuatannya HA
dikenakan pasal 335 KUHP juncto pasal 310 dan atau pasal 311 KUHP. “Pelaku
diancam hukuman maksimal 6 tahun penjara,” kata dia. [viva.co.id]

No More Posts Available.

No more pages to load.