DPR dari PSI Lempar Draf RAPBD, Kadis Kominfo: Kamu yang Ambil, atau Saya yang Naik Meja!

oleh -294 views
SURABAYA-JATIM, StasiunBeritaPemerintah daerah dan anggota
DPRD adalah mitra kerja dalam hal pembangunan di suatu kota. Hubungan
yang harmonis antar keduanya akan menentukan bagaimana pembangunan di
suatu kota berjalan. Namun, meskipun kedua unsur tersebut merupakan
rekan kerja, saling kritik dan saling koreksi haruslah ada agar
pembangunan di suatu kota bisa berjalan lebih baik lagi. Meskipun saling
kritik dan debat sering terjadi, hendaknya masih dalam koridor
kesopanan dan kepatutan.

Sayangnya koridor kesopanan yang selalu ada di gedung DPRD Kota Surabaya
sedikit terganggu. Hal ini dipicu oleh adanya insiden pembuangan Draft
RAPBD Kota Surabaya 2020 pada hari Senin (4/11/2020). Pembuangan Draft
RAPBD Kota Surabaya ini dilakukan oleh politisi dari Partai Solidaritas
Indonesia (PSI) yang bernama Alfian Limardi.

Peristiwa pembuangan draft RAPBD Kota Surabaya ini terjadi pada saat
hearing antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya
(Diskominfo) dengan Komisi B DPRD Kota Surabaya. Pada kesempatan ini,
Diskominfo Kota Surabaya diwakili oleh Kepala Dinasnya, Muhammad
Fikser. 

Pada saat itu semua anggota dewan dari Komisi B sedang memeriksa Draft
Rancangan APBD Kota Surabaya untuk tahun 2020. Di tengah pemeriksaan
tersebut, Politisi PSI Alfian Limardi tiba-tiba merasa ada yang salah
dari perhitungan RAPBD tersebut. 

“Awalnya saya melihat angka-angkanya. Itu kan ada banyak kolom-kolom.
Pada kolom ke tiga ketika dikalikan harga yang keluar kok berbeda.
Halaman yang pertama ok. Halaman yang kedua kok berbeda,” jelas Alfian.

“Waktu itu, saya langsung menanyakannya, dan kelihatannya dia (M.Fikser)
juga bingung. Saya spontan langsung marah dan melempar draft RAPBD Kota
Surabaya itu ke meja,” jelas Alfian.

Setelah dilempar ke meja, draft RAPBD tersebut langsung jatu ke lantai.
Melihat hal tersebut Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya spontan juga
ikut berdiri.

“Saya waktu itu sempat kaget ketika Alfian Limardi tiba-tiba membuang
membuang draft RAPBD ke lantai. Waktu itu Alfian bertanya mengenai
anggaran kegiatan, lalu saya jawab, nanti akan dijelaskan oleh staf
saya, lha kok draft tersebut malah dilempar ke lantai”

Beberapa saat tampak M.Fikser bersitegang dengan politisi Partai PSI
tersebut. Melihat Alfian Limardi berdiri, M.Fikser spontan juga ikut
berdiri.
“Kamu yang ambil atau saya yang naik ke meja..!!!,’ teriak M.Fikser kepada Alfian.

Melihat situasi yang mulai memanas, akhirnya Ketua Komisi B, Luthfiyah
langsung mengetok palu dan menutup sesi hearing pada hari tersebut.
Setelah acara di tutup, Alfian Limardi langsung pamit ke kamar kecil,
namun setelah itu beliau tidak kembali lagi ke ruangan. 

Di akhir acara Luthfiyah akhirnya meminta maaf kepada Kepala Dinas
Kominfo Kota Surabaya. Namun permintaan maaf ini bukan mewakili yang
lain, hanya atas nama Kepala Komisi B saja.  “Saya setelah acara
langsung meminta maaf kepada M.Fikser dan seluruh staf Pemkot Kota
Surabaya,” jelasnya..

M.Fikser dalam acara tersebut juga mengaku kecewa melihat sikap anggota
dewan dari fraksi PSI yang membuang draft RAPBN Kota Surabaya ke lantai.
Menurut orang nomor satu di Diskominfo Kota Surabaya ini, peristiwa
tersebut adalah peristiwa yang baru pertama kali terjadi di Kota
Pahlawan ini. 

“Saya jelas kecewa, namun saya sudah memaafkan, meskipun dia tidak meminta maaf,” jelas M.Fikser.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Anas Karno, juga sangat
menyayangkan terjadinya insiden pelemparan draft RAPBN tersebut. Beliau
juga sempat menegur sikap dari Partai PSI ini yang dinilainya tidak
ber-etika. 

“Jadi kalau misalnya terjadi kesalahan dalam hal Rencana Kerja dan
Anggaran (RKA) RAPBD, mestinya bisa ditanyakan baik-baik, apalagi
setelah di telaah RAPBD tersebut memang tidak ada yang salah,” jelas
Anas.

Menurut Anas, insiden ini terjadi karena para RKA-RAPBD tersebut tidak
menyertakan adanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%. Namun,
menurutnya hal tersebut sudah benar karena tidak semua harus ditulis di
RAK.

“Jadi, saat itu kami semua sudah menyepakatinya dan sudah benar, namun
entah mengapa Alfian Limardi tiba-tiba menilai hal tersebut salah,
padahal beliau tidak bertanya terlebih dahulu, mengapa kok hasilnya bisa
seperti itu. harusnya kan bisa ditanyakan dengan baik-baik,”

Selain itu Anas juga menyesalkan sikap dari Partai Solidaritas
Indonesia  (PSI) yang sering mengambil vidio atau vlog saat rapat di
komisi B. 

“Alfian sudah di tegur oleh banyak orang, dan ini akan menjadi pelajaran bersama agar tidak akan terulang lagi”. [kabarsurabaya]

No More Posts Available.

No more pages to load.