Cerita Supir Bis, Lebaran di Terminal Sampai Terganggu Hantu Gentayangan

oleh -

Terminal Jatijajar yang dipadati pemudik seakan menyongsong Darikun (41) yang baru datang di kota mengadu nasibnya, Depok. Ia barusan bawa beberapa puluh pemudik dari Purwokerto, Purbalingga, serta Bobotsari dengan selamat memakai bis kebanggaannya, Cahaya Jaya.

Walau berpuasa, dianya masih gagah melangkah ia bus-bus besar yang layani pemudik Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) serta Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Tidak ada pula raut capek di mukanya, dengan senyum ia menegur beberapa supir serta penumpang dengan dialek medok ciri khas Purwokerto.

“Arep mudik nang ngendi? (ingin mudik ke mana?),” bertanya Darikun dengan ramah pada Netralnews, sore hari di Terminal Jatijajar, Senin (4/6/2019).

Darikun lalu meluangkan terlibat perbincangan dengan Netralnews di pelataran Terminal Jatijajar yang baru bekerja pada pertengahan April 2019.

Mengenakan seragam abu-abu, Darikun mengaku sudah jalani karier jadi supir bis sepanjang 25 tahun lamanya. Memanglah bukan waktu yang sesaat serta bukan karier yang gampang, bertahan jadi sopir bis jurusan Depok-Purwokerto, Purbalingga, serta Bobotsari, sebab ada beberapa efek yang bisa menerpanya.

“Tetapi alhamdulliah, saya belum pernah kecelakaan kronis. Nyerempet-nyerempet saja,” kata Darikun sekalian ketawa kecil.

loading...

Menurut Darikun, ketekunannya serta keselamatan diperjalanan sejauh ini salah satu buah doa dari orang yang di cintai, yaitu istrinya, Suryanti, serta keluarga. Wanita asal Semarang, Jawa Tengah, yang dinikahinya sekarang tinggal dalam suatu rumah di Tambaksogra, Kecamatan Menyumbang, Banyumas, Jawa Tengah, bersama dengan tiga orang puterinya Anggi Lestari, Deswita Aulia, serta Kayla Fahima.

SANGAT MENARIK!  Irshad Ahmad, Sosok 'Habib' di Kasus Penganiayaan Ninoy Angkat Suara!

Ke-3 anaknya sekarang masih mengenyam pendidikan. Anggi adalah mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto semester dua, Deswita Kelas 3 SD, serta Kayla masih dibangku Taman Kanak-kanak.

Mengerti ongkos sekolah yang mahal serta perjalanan pendidikan anak-anaknya yang masih panjang, jadi fakta lain Darikun masih bertahan jadi supir yang menyopir siang-malam. Mengenai bis yang ia setir ialah kelas usaha serta dapat memuat sekitar 54 orang.

“Rezeki kan bukan lantaran banyak uang, dan juga keselamatan diri waktu nyupir. Keluarga junjung, asal selamat pulang, upah berapa saja disyukuri, sodaqoh, untuk ongkos sekolah,” jelas Darikun.

Susah Lebaran di Terminal 

Ingat dalam pikiran Darikun, dianya sampai ikhlas berlebaran tanpa ada keluarga pada beberapa waktu yang lalu sebab kejar setoran. Diakuinya pernah menarik bis waktu malam takbiran, sampai merasakan susah rayakan Lebaran di Terminal Pulo Gadung serta jauh dari keluarga, cuma ada rekan sejawat sama-sama supir.

“Susah Salat Id berbeda keluarga. Pagi sepi, tidak ada beberapa orang. Baru waktu siang penumpang banyak yang datang ke terminal, mudik,” katanya.

SANGAT MENARIK!  Jokowi Gak Larang Demo saat Pelantikan Presiden: Dijamin Konstitusi kok :)

Walau sempat rasakan Lebaran jauh dari keluarga, Darikun masih bangga akan profesinya. Diakuinya memperoleh banyak rekanan dari beberapa penumpang yang datang dari beberapa wilayah serta background. Seringkali ia sering merajut komunikasi dengan beberapa penumpang berlangganan Bis Cahaya Jaya, diantaranya dengan komune penggemar bis.

“Senang ada pula dari Komune Bis Mania di terminal, foto-foto. Terus bis saya pernah diubah jadi bagus,” katanya ketawa.

Berjumpa Hantu Gentayangan 

Darikun sempat juga bagikan salah satunya pengalaman mistis yang pernah ia alami di bis. Diceritakan Darikun waktu itu dianya sedang istirahat di lokasi Karawang. Merasakan mengantuk, Darikun manfaatkan waktu luangnya untuk tidur.

Ditengah-tengah lelapnya tidur, kaki Darikun mendadak terangkat ke atas. Hordeng-hordeng jendela bis terbuka serta tertutup seringkali. Derap-derap kaki terdengar bising di bangku-bangku tempat duduk.

“Saya terkejut serta bangun. Lantas saya bicara saja, ‘iya, saya ketahui kamu berada di sini. Tetapi tolong jangan ganggu, saya sedang cari nafkah, bekerja’. Lantas telah, diam ia. Tidak ganggu ,” jelas Darikun.

Didapati Darikun, bis yang ia bawa serta awalnya memang pernah alami kecelakaan oleh pengemudi lain. Kecelakaan itu berlangsung di Jalan Pantai Utara (Pantura) serta ada orang dalam bis itu sebagai korban.

SANGAT MENARIK!  Mengenal Bagian Otak dan Fungsinya Bagi Tubuh Kita

Panduan Menjaga Kesehatan Badan 

Walau banyak senang serta duka yang pernah Darikun lewati, ia mengucapkan syukur sebab Sang Pencipta tetap menganugerahi kesehatan pada dianya. Sampai pada Bulan Puasa, Darikun yang mempunyai penyakit asam lambung juga dapat jalankan beribadah serta puasa dengan lancar.

Salah satunya panduan memperhatikan kesehatan ialah, Darikun tetap manfaatkan waktu istirahat untuk tidur. Jadi jika ada rekanan yang ajak mengobrol atau main, ia lebih baik manfaatkan waktu itu untuk istirahat.

“Saya semenjak 1997 tidak merokok, tidak ngopi. Jadi mencegah ngantuknya dengan makan kacang saja,” katanya.

Lebaran 2019 Bersama dengan Keluarga 

Selanjutnya Darikun mengucapkan syukur sebab tahun ini dianya dapat berlebaran bersama dengan keluarga di kampung. Darikun menyengaja ambil jatah libur untuk dapat bergabung bersama dengan keluarga sebab semenjak 22 Mei 2019 lantas belum pernah pulang ke rumah serta tetap nyupir bis.

“Saya umumnya dua hari sekali pulang kampung, kan sekalian setir bis. Ini hari sampai, esok malam nya telah jalan . Tetapi tahun ini, Lebaran saya ingin libur saja,” tutup Darikun yang ingin mempunyai usaha service mobil online ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.