Bikin Merinding, Cerits Menikah Dengan Putri Kerajaan Gaib Gunung Selamet

oleh -

 

Paman Muksin ialah adik dari ayahku yang diketahui benar-benar paham permasalahan gaib. Ia diketahui benar-benar suka berpetualang. Salah satunya cerita petualangannya yang benar-benar spektakuler ialah saat dianya menelusuri Gunung Selamet.

Di Gunung Selamet dia tersesat. Ditengah-tengah kebingungannya, langit yang sebelumnya cerah mendadak beralih mendung. Ia juga selekasnya cari tempat untuk berteduh. Saat itu ia temukan goa yang lumayan luas.

Paman Muksin meneruskan ceritanya, ”Entah dorongan darimanakah, saya demikian ingin masuk goa itu lebih dalam . Serta saya selekasnya mengambil langkah untuk melihat-lihat kondisi goa yang sebenarya. Pada saat saya terjatuh sebab kakiku terantuk batu, mendadak panorama yang berada di hadapanku beralih. Disana terlihat satu bangunan yang mengagumkan besar serta indah, dan dijaga oleh perajurit dengan tombak di tangannya.”

Menedngar pembicaraan Paman Muksin semacam ini, saya jadi termangu-mangu. Anganku menerawang jauh, coba membanyangkan istana besar yang indah yang dikisahkan olehnya.

Paman Muksin kembali meneruskan kisahnya, “Melihat kedatanganku yang tidak diundang itu, sebagian orang perajurit selekasnya menghampiriku dengan sikap yang garang. Hiruk pikuk yang berlangsung, membuat si pemilik istana yang nyatanya Raja, selekasnya memerintah supaya saya dibawa untuk menghadap padanya.”

SANGAT MENARIK!  Jadi Menterinya Jokowi, Mahfud MD: Saya Masih Garang, Termasuk ke Prabowo

Lantas, Paman Muksin menirukan dialognya dengan sang Raja alam gaib itu.

loading...

“Siapakah engkau anak muda, serta mengapa hadir tanpa ada diundang?”

“Aku yang nista ini namanya Muksin. Karena hanya kehujanan karena itu saya hadir ketempat ini.”

“Tahukah engkau, hukuman apa yang akan dijatuhkan bila seorang hadir tanpa ada diundang ke tempatku ini?”

“Aku yang nista ini tidak paham, tapi saya meminta kebijakan paduka, karena saya memang sungguh tidak menyengaja,” jawab Paman, ketakutan.

Dengar jawabanku ini, pada akhirnya Raja minta opini dari sebagian orang pendampingnya. Serta saat mereka tengah berdialog, mendadak, salah seorang puteri sang Raja mengatakan, ”Bebaskanlah anak muda itu dari hukuman Ayahanda, tidakkah dengan jujur dia telah menjelaskan jika ia tersesat, bukan lantaran disengaja masuk ke istana ini.”

“Jika demikian kululuskan permintaanmu,” kata sang Raja dengan tandas. ”Sekarang, jamulah dia secara baik seperti seperti tamu kehormatan.”

SANGAT MENARIK!  Kegiatan Sosialnya Dinyinyiri Politisi, Awkarin: Jangan Khawatir, Saya Enggak Akan Nyaleg Kok

Paman Muksin meneruskan kisahnya:

“Aku betul-betul dijamu dengan spesial, serta, saya disuruh untuk tinggal bersama mereka. Serta jadi anak muda, saya demikian kagum pada kecantikan sang puteri yang sudah selamatkan nyawaku itu.

Serta nyatanya saya memang tidak bertepuk samping tangan. Sang puteri terima cintaku. Jalinan kami pada akhirnya tercium oleh sang Raja, tapi nasib baik keliatannya masih memihak padaku. Faktanya, sang Raja justru memintaku untuk selekasnya menikah dengan puterinya.”

Pesta perkawinan yang demikian besar serta agung itu terjadi.

“Kala itu saya betul-betul bahagia. Malam pengantin yang demikian indah kulalui. Sayangnya, sebab manisnya madu cinta, saya jadi betul-betul terbuai, lupa akan segalanya,” ceritanya.

Waktu terus berlalu….

“Tiba-tiba, di satu malam, saya dengar suara Kakekku yang sudah lama wafat, yang memintaku supaya selekasnya pulang, sebab tuturnya alam ini bukanlah alamku. Sesudah insiden ini saya betul-betul resah. Sampai selanjutnya saya memiliki keberanian untuk meminta izin pada isteri serta ayah mertuaku, untuk pulang ke rumah. Kukatakan jika saya demikian kangen pada ke-2 orang tuaku,” narasi Paman Muksin lebih jauh.

SANGAT MENARIK!  Types of Heart Disease and How to Treat Them

Lantas, apa yang berlangsung?

“Dengan berat mereka mengizinkanku pulang. Tetapi awalnya mereka memberikan satu kitab tebal yang berisi beberapa pergerakan silat serta pengetahuan kanuragan. Mereka memberi pesan supaya saya janganlah lupa melihat isteri serta anakku,” katanya .

Dengan hati yang penuh haru, Paman Muksin pergi disertai dengan tangisan isteri serta anaknya.

“Setibanya di dalam rumah, ke-2 orangtuaku menangisiku, karena nyatanya telah lima tahun lamanya saya pergi tanpa ada memberi berita sedikitpun.”

Sampai sekarang Paman Muskin masih setia pada isteri serta anaknya di alam gaib.

“Walaupun mereka ialah penghuni alam gaib, jadi sinyal cinta padanya karena itu saya malas menikah dengan bangsa manusia.”

Hatiku jadi terenyuh, nyatanya Paman Muksin yang sampai umur kepala lima belum menikah itu nyatanya simpan bagian lain dalam kehidupannya. Ya, ini dilakukan semata-mata sebab kesetiaannya pada isteri serta anaknya yang berada di alam gaib sana.