Ancam Tidak Naik Kelas, Guru di Sumsel ini Cabuli Sembilan Siswi

oleh -446 views

OKI-SUMSEL, StasiunBerita – Perbuatan yang dilakukan AS (51 tahun)
sangat tidak mencerminkan profesinya sebagai seorang guru di salah satu
Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering
Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Profesinya sebagai tenaga pengajar, justru dia memanfaatkan untuk
memuaskan hasrat seksualnya. Dengan ancaman tidak naik kelas, pria yang
berstatus Pegawai Negeri Sipil ini pun berhasil memperdaya siswinya
untuk memenuhi nafsu birahi.

Perbuatan guru cabul AS ini diduga telah berlangsung lama. Hal ini
lantaran pengakuan beberapa korban aksi cabul yang dilakukan tersangka,
bahkan ada yang sudah sampai menikah. Korbannya tidak hanya satu,
melainkan ada sembilan.

Terbongkarnya aksi cabul yang dilakukan AS ini berkat laporan dari orang
tua salah satu korban ke Polres Kabupaten OKI pada 28 Oktober 2019.
Dari laporan ini, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Mesuji
Makmur dengan didampingi keluarganya, untuk selanjutnya diserahkan ke
Polres OKI.

“Berdasarkan laporan ibu korban, anak perempuannya yang masih berusia 11
tahun dicabuli tersangka sebanyak dua kali. Pertama dilakukan di
perpustakaan sekolah saat korban masih kelas V dan seterusnya
dilakukannya di gudang sekolah saat naik ke kelas VI,” kata Kepala
Polres OKI, AKBP Donni Eka Saputra, Kamis (7/11/2019) dikutip kompas.com.

Menurut Doni, modus tersangka yakni meminta korban menunjukkan hapalan
pelajaran tertentu. Tersangka menyuruh korban ke perpustakaan untuk
setorkan hapalan, setelahnya tersangka mencium pipi, memeluk, dan
memegang alat kelamin korban dari bagian luar.

“Untuk menutupi belangnya, usai korban dicabuli, tersangka ancam korban
untuk tidak menceritakan kepada siapa pun jika ingin naik kelas,”
katanya.

Untuk sembilan korban saat ini sudah diperiksa, mayoritas anak perempuan
di bawah umur. Ada yang masih duduk di bangku SD, ada juga yang telah
melanjutkan jenjang pendidikan ke bangku SMP. Bahkan ada yang telah
menikah, dan mengaku pernah menjadi korban perbuatan cabul tersangka.

Doni menjelaskan tersangka akan dijerat denhan Pasal 82 ayat 2 Jo Pasal
76E Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas
Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Atas perbuatannya mencabuli pelajar perempuan di bawah umur yang tak
lain muridnya, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. Dan karena
dia PNS juga selaku tenaga pendidik, maka ditambah 1/4 dari hukumannya,”
tegasnya. [*]

No More Posts Available.

No more pages to load.