Ahok: Saya Tembak Duluan Kalau Ketemu Teroris

oleh -
JAKARTAStasiunBerita – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkapkan pandangannya soal makna hak asasi manusia (HAM). Bagi Ahok, menembak teroris tidak melanggar HAM jika itu justru menyelamatkan nyawa banyak orang.

Mulanya Komisaris Utama PT Pertamina ini mencontohkan pandangannya soal HAM dengan situasinya ketika harus berhadapan dengan orang yang membawa senjata. Hal ini ia sampaikan dalam acara peluncuran bukunya ‘Panggil Saya BTP’ dalam acara Ngobrol Tempo di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

“Kalau menyerang saya, selama senjata di tangan saya, kamu mau nembak, saya usahakan tembak duluan. Kalau sama-sama tembak urusan kedua,” kata Ahok.

SANGAT MENARIK!  Ini 5 Bukti Kucing Hitam, Ditakuti Sekaligus juga Dipuji

Ahok lantas bercerita soal pengalamannya ketika memindahkan warga dari Waduk Pluit. Ahok mengaku sempat dituduh melanggar HAM.

“Makanya ketika saya pindahkan orang orang ke rumah susun, dari Waduk Pluit, saya disebut melanggar HAM. Saya bilang, HAM apa, hamburger?” ungkapnya.

Ahok ketika itu diterpa kritik soal isu HAM ketika memindahkan warga Pluit. Namun, menurut Ahok, nyawa warga di Waduk Pluit yang terancam banjir jauh lebih penting.

“Lalu mereka kirim itu dari PBB, perempuan dari Brazil. Ada acara duduk di samping saya. Saya tanya saya melanggar HAM bagian mana? Kamu di negara kamu pernah nggak? Pindahin orang dari bahaya kematian Waduk Pluit, kalau Waduk Pluit airnya lewat, 15 ribu-70 ribu orang lewat itu,” tutur Ahok.
Kok melanggar HAM?” imbuh Ahok.

loading...
SANGAT MENARIK!  Waspada!! Vitamin Untuk Anak Bunda Yang Mengandung Bahan Haram

Ahok lantas menganalogikan pandangannya itu dengan ‘menembak teroris’. Bagi Ahok, menyelamatkan orang banyak yang terancam serang teroris jauh lebih penting dari pada nyawa seorang teroris.

“Kalau di sini ada teroris masuk, saya tembak duluan. Di depan umum di depan TV. Daripada semuanya mati,” kata Ahok menggambarkan analoginya soal HAM. (detikcom)