Ada Jenderal Jebolan Pasukan ‘Siluman’ di Tubuh Golkar

oleh -436 views

JAKARTA, StasiunBerita – Lodewijk Freidrich Paulus resmi
menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Periode
2019-2024. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Golkar yang baru,
Airlangga Hartarto. Seperti diketahui, Lodewijk adalah jebolan pasukan
siluman, yakni Satuan-81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor) Kopassus
TNI AD.

“Saya akan dibantu oleh seorang kader Partai Golkar yang tidak pernah
meminta apa-apa. Beliau adalah Sekjen (Sekretaris Jenderal) Bapak
Lodewijk Freidrich Paulus. Dengan demikian, maka organisasi bisa
langsung bekerja selepas Munas,” kata Airlangga di Hotel Ritz Calton
Jakarta, Kamis malam, 5 Desember 2019.

Sebagai informasi, sebelum memasuki dunia politik, Lodewijk merupakan
perwira TNI lulusan Akademi Militer pada 1981. Ia banyak mengisi posisi
penting di Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus atau Kopassus.

Di sana, ia sempat menjadi komandan Sat-81 Gultor. Puncaknya, Lodewijk
menjabat Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus untuk periode 2009 hingga
2011. Kemudian, dirinya menjabat Pangdam I/Bukit Barusan dari September
2011 hingga Juni 2013.

Jabatan terakhir Lodewijk sebelum pensiun adalah Dankodiklat TNI AD, di
mana ia menjabat dari Juni 2013 hingga Juli 2015, dengan pangkat
terakhir bintang tiga atau letnan jenderal.

Pada 2015, ketika sudah pensiun dari dunia kemiliteran, ia terdaftar
sebagai kader Partai Golkar. Satu tahun kemudian, Lodewijk tercatat
sebagai Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Sumber Daya Manusia DPP
Partai Golkar.

Posisi Sekretaris Jenderal diraih jebolan pasukan siluman ini saat Idrus
Marham menjabat Menteri Sosial. Dalam kesempatan sama, Airlangga juga
menyebutkan empat nama Dewan Golkar periode 2019-2024. Aburizal Bakrie
(ARB) kembali didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Golkar.

Selain ARB, Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Kehormatan dan Agung
Laksono sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Golkar. Airlangga Hartarto juga
mengumumkan nama Mohammad Hatta sebagai Ketua Dewan Etik. Nama ini
diubah dari sebelumnya yakni Majelis Etik Partai Golkar. [viva.co.id]

No More Posts Available.

No more pages to load.